Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ubur-Ubur Portugis Mulai Terlihat di Pantai Glagah, Wisatawan Diminta Berhati-hati

Anom Bagaskoro • Minggu, 28 Juni 2026 | 15:31 WIB
Dokumentasi SRI Wilayah 5 Kulon Progo
TEMUAN: Aris menunjukkan ubur-ubur yang masih hidup walau sudah mendarat ke pantai.
Dokumentasi SRI Wilayah 5 Kulon Progo TEMUAN: Aris menunjukkan ubur-ubur yang masih hidup walau sudah mendarat ke pantai.

KULON PROGO - Musim libur sekolah membuat destinasi pantai di selatan Kulon Progo ramai dikunjungi wisatawan. Oleh karenanya wisatawan diimbau berhati-hati. Pasalnya, di sepanjang pesisir Kulon Progo telah bermunculan ubur-ubur Portugis atau Physalia Physalis yang sering kali menyengat pengunjung.

Kordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo Aris Widyatmoko menyampaikan, telah bermunculan ubur-ubur portugis atau ubur-ubur api sejak, Sabtu (27/6).

Walau baru menemukan satu ubur-ubur yang mendarat ke pesisir pantai, sudah ada satu korban tersengat. Untungnya, korban tak terlalu merasakan kesakitan dan langsung mendapat pertolongan pertama.

"Kalau kemarin satu orang wisatawan dewasa, untungnya tidak parah dan langsung sembuh," ucap Aris, Minggu (28/6).

Baca Juga: SPMB 2026 Kota Jogja Sisakan Ratusan Kursi Lowong Pada Jenjang SD

Aris menjelaskan, mendaratnya satu ubur ke pesisir menjadi pertanda masuknya musim ubur-ubur api. Nelayan setempat juga sempat melihat beberapa ubur-ubur di perairan selatan. Kondisi ini dinilai masih wajar dari sisi waktu dan jumlahnya. Pasalnya, pertengahan tahun kerap menjadi waktu ubur-ubur untuk bermigrasi.

Biasanya ubur-ubur akan bermigrasi ke wilayah lebih hangat, mulai Juli hingga Agustus nanti. Jumlah ubur-ubur yang mendarat ke pesisir dipengaruhi oleh ombak dan angin.

Apabila ombak tinggi serta angin besar, berpotensi menyebabkan ubur-ubur terdampar ke daratan. Hal inilah yang menyebabkan sengatan ubur-ubur sering terjadi di pesisir selatan.

Sengatan ubur-ubur sering terjadi akibat ketidaksengajaan. Banyak wisatawan dewasa, yang tak sengaja menginjak ubur-ubur terdampar dan langsung merasakan panas akibat sengatan.
Baca Juga: Minggu Pagi, Mentan Amran Kumpulkan Rektor Perguruan Tinggi Lingkup Indonesia Timur, Perkuat Inovasi Pertanian

Untuk wisatawan anak-anak, ubur-ubur sering dianggap mainan karena terinspirasi kartun. Alhasil, tentakel ubur-ubur yang mengandung sengatan menyebabkan luka panas.
 
"Sengatan ubur-ubur dapat menyebabkan sensasi panas mirip balsem, nyeri hingga sesak nafas," ungkapnya.

Umumnya, sengatan ubur-ubur tak akan berdampak banyak pada pengunjung dewasa. Lantaran, daya tahan tubuh orang dewasa lebih kuat. Namun, untuk anak-anak sengatan akan menyebabkan nyeri. Terutama bagi yang mengidap asma dapat memicu sesak nafas.

Menurutnya, penanganan pasca sengatan dapat dilakukan secara mandiri. Pengunjung diminta tak membasuh air tawar pada area sengatan ubur-ubur. Lantaran, jika dibasuh luka sengatan dapat meluas. Untuk berjaga-jaga, selama libur sekolah SRI Wilayah V Kulon Progo menyiapkan 20 personel SAR yang berjaga. Jika ditemukan adanya sengatan, pengunjung akan mendapat pertolongan pertama. (gas)

Editor : Bahana.
#ubur ubur portugis #sengatan ubur ubur #Kulon Progo #wisata pantai