KULON PROGO - Kabupaten Kulon Progo mencatatkan performa ekonomi yang impresif. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DIY, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kulon Progo pada Triwulan I Tahun 2026 berhasil menyentuh angka 5,69 persen.
Capaian ini menandai adanya akselerasi tren ekonomi yang positif dan menjadi lompatan signifikan bagi Bumi Binangun. Jika dibandingkan dengan Triwulan I Tahun 2025 yang kala itu berada di angka 3,85 persen, ekonomi Kulon Progo mengalami kenaikan sebesar +1,84 poin, atau melesat sebesar 147,79 persen dari triwulan yang sama di tahun sebelumnya.
Dengan realisasi pertumbuhan sebesar 5,69 persen, Kabupaten Kulon Progo kini sukses menempati peringkat kedua tertinggi dalam laju pertumbuhan ekonomi antar kabupaten/kota se-Provinsi DIY.
Posisi Kulon Progo berada tepat di bawah Kabupaten Sleman yang memimpin di angka 6,69 persen. Sementara itu, Kota Jogja membuntuti di posisi ketiga dengan 5,67 persen, disusul oleh Bantul (5,47 persen) dan Gunungkidul (4,68 persen).
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyambut baik raihan membanggakan ini. Menurutnya capaian ini tak lepas dari hasil kerja keras seluruh perangkat daerah di Kulon Progo.
"Kami menyambut baik, bersyukur dan bangga. Terima kasih kepada perangkat daerah yang bekerja keras menggerakkan perekonomian masyarakat," ujarnya Rabu (10/6).
Agung turut menyampaikan terima kasih ke sektor usaha, baik swasta, akademisi, hingga pihak lainnya. Lantaran, tanpa bantuan pihak tersebut pembentukan iklim usaha akan sulit dicapai. Pertumbuhan ekonomi dapat melesat disebabkan iklim usaha yang aman dan kondusif.
Baca Juga: Dituduh Curi Pancing, Petugas TPR Parangtritis Disabet dengan Celurit
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kulon Progo Muh Aris Nugroho menyatakan, momentum pertumbuhan di atas 5,5 persen ini merupakan awal yang kuat sekaligus pondasi krusial untuk mengawal target tahunan indikator makro daerah.
"Triwulan I menjadi fondasi awal yang krusial dalam mengawal pemenuhan target tahunan indikator makro daerah," ucap Aris.
Aris menyatakan meski mencatatkan angka yang menggembirakan, pemerintah daerah menegaskan tidak akan lengah. Melalui koordinasi lintas sektor, Pemkab Kulon Progo akan tetap memprioritaskan langkah-langkah antisipatif demi menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi lokal. (gas)
Editor : Sevtia Eka Novarita