KULON PROGO - Operasional TPS 3R hingga bank sampah di Bumi Binangun didorong untuk terus berkembang. Salah satunya dengan mengolah limbah dari aktivitas program makan bergizi gratis (MBG).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo Duana Heru menyampaikan, upaya peningkatan kinerja pengelolaan bank sampah dan TPS3R terus dilakukan.
Baca Juga: Dirut PSIM Jogja Liana Tasno Berharap Derby DIJ Digelar dengan Penonton
Tujuannya agar pengolahan sampah di tingkat hulu terus berkembang. "Sejak awal memang limbah dari aktivitas MBG dapat dikelola di hulu," ucap Duana, Minggu (7/6).
Duana menjelaskan, beberapa SPPG di Kulon Progo tercatat telah berlangganan dengan bank sampah atau TPS3R di wilayah masing-masing. Mereka berlangganan untuk penjemputan sampah secara rutin.
Termasuk menjemput sisa makanan atau bahan yang telah menjadi limbah.
Selain SPPG, sisa MBG yang tidak dimakan dan menjadi sampah di sekolah turut dikelola SPPG.
Baca Juga: PSIM Jogja Akan Upgrade Staf Kepelatihan Tim, Kemungkinan Tambah Asisten atau Staf Pelatih
Pihaknya mendorong agar Bank Sampah dan TPS3R dapat bekerjasama di sektor tersebut. Lantaran, potensi timbulan sampah dari aktivitas MBG cukup besar.
Tentu Bank Sampah dan TPS3R, tak hanya sekedar mengambil sampah. Mereka turut diminta untuk melakukan pengeolahan sampah.
Di antaranya, membuat kompos dari sisa makanan, hingga mengembangkan budidaya magot. "Dengan potensi sisa makanan yang banyak, budidaya magot dapat dikelola dengan maksimal," ungkapnya.
Menurutnya, budidaya magot dapat menjadi tamabahan penghasilan untuk pengelolaan bank sampah dan TPS 3R. Lantaran, sumber makanan magot berupa sisa makanan tergolong melimpah.
Baca Juga: Pria Nekat Menceburkan Diri ke Sungai Progo Ditemukan dalam Keadaan Meninggal
Hal ini, juga mengatasi timbulan sampah organik yang kini dilarang masuk ke TPA Banyuroto.
Sementara itu, Ketua KSM Bumi Lestari Muhammad Nuryasin menjelaskan, kelompoknya mengelola TPS3R. Kebanyakan pelanggannya merupakan rumah tangga, dan sebagian restoran.
"Kami juga menerima sampah dari tiga dapur MBG, termasuk restoran di sekitar jalan nasional," ungkapnya.
Nur menjelaskan, setiap harinya dari ratusan pelanggan ada dua sampai tiga kwintal timbulan sampah. Kebanyakan sampah berjenis anorganik.
Peran TPS3R melakukan pemilahan sampah yang biasanya bercampur. Selain itu, sampah organik akan diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan sampah anorganik dibawa ke TPA Banyuroto. (gas/laz)
Editor : Herpri Kartun