Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bahan Melimpah, Jasa Giling Daging Kurban di Kulon Progo Diminati Masyarakat; Naik Tiga Kali Lipat, Dibuat Bakso agar Mudah Disimpan di Kulkas

Anom Bagaskoro • Kamis, 28 Mei 2026 | 20:23 WIB

 

SIBUK: Jasa giling daging kurban di Wates melayani pengguna dengan menimbang dan memberikan bumbu. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
SIBUK: Jasa giling daging kurban di Wates melayani pengguna dengan menimbang dan memberikan bumbu. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

KULON PROGO - Melimpahnya daging kurban usai Idul Adha membuat masyarakat mencari cara untuk menyimpan daging agar tahan lama.

Salah satunya dengan mengolah daging dengan cara digiling. Hal ini membuat tingginya minat pengguna jasa giling daging kurban.

Pemilik Depot Giling Utara Terminal Wates Ichwanudin menjelaskan, usaha penggilingan daging miliknya telah berdiri sejak 2012.

Selama itu pula, ia memperhatikan lonjakan pengguna layanan giling daging saat momen Idul Adha.

Baca Juga: Tunggu PSEL Bisa Beroperasi 2028, Sleman Buat Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah

"Saat momen Idul Adha banyak yang ke sini. Biasanya hanya 80 kilogram dalam sehari, sekarang naik tiga kali lipat," ucap Ichwanudin saat ditemui di kiosnya, Kamis (28/5/2026)

Ichwan menjelaskan, di hari normal pesanan jasa giling daging tak menyentuh 100 kilogram, karena didominasi penjual bakso.

Namun saat Idul Adha, rata-rata per hari penggilingan naik menjadi 300 kilogram. Hal ini dipengaruhi tingginya minat masyarakat untuk mengolah daging kurban.

Jasa penggilingan daging kurban dibanderol dengan harga terjangkau. Per kilogram daging akan dikenai biaya Rp 25 ribu.

Baca Juga: Disdikpora Catat Ribuan Anak di DIY Putus Sekolah, Disinyalir Pilih Bekerja dan Enggan Kembali Belajar

Biaya itu digunakan untuk jasa giling dan penambahan bumbu hingga menjadi adonan bakso siap dibentuk.

Pengguna jasa penggilingan terpantau melonjak sejak hari pertama Idul Adha.

Kendati mulai banyak jasa serupa, penggilingannya cukup banyak dicari. Lantaran, banyak masyarakat yang telah bertahun-tahun berlangganan jasa mereka. 

Di samping itu, alat penggilingan yang dimilikinya dapat menghasilkan hasil daging halus. Termasuk daging khusus copper.

"Kami siapkan dua pekerja untuk penggilingan, supaya waktunya tidak lama," ujarnya.

Baca Juga: DKPP Bantul Temukan Ratusan Kasus Cacing Hati pada Hewan Kurban, Ini Rinciannya

Proses penggilingan daging tak memakan waktu. Rata-rata satu kilogram daging membutuhkan lima menit.

Pihaknya juga turut menyortir daging yang layak digunakan untuk membuat adonan bakso. Apabila tersisa, daging akan dikembalikan ke pelanggan.

Ichwan menyampaikan, tingginya minat masyarakat untuk menggiling daging merupakan kejadian wajar.

Pasalnya, saat Idul Adha daging kurban cukup melimpah. Sedangkan masyarakat kesulitan menyimpan dalam waktu yang cukup lama. 

Alhasil, masyarakat memanfaatkan jasa penggilingan untuk membuat bakso agar mudah disimpan di lemari pendingin.

Baca Juga: Manajemen PSS Sleman Beri Kepercayaan Penuh kepada Pieter Huistra dalam Membangun Skuad

Sementara itu, salah satu pelanggan penggilingan daging asal Kapanewon Pengasih Lastanti mengaku kerap menggunakan jasa penggilingan saat Idul Adha.

Lantaran, selama Idul Adha stok daging melimpah, padahal penyimpanan di lemari pendingin tidak luas.

"Kalau dibuat bakso setengah matang, penyimpanan lebih mudah dan ringkas," ungkapnya.

Tanti menjelaskan, tahun ini ia menggilingkan daging sejumlah 2 kg dengan ongkos giling Rp 50 ribu.

Ia tak merasa keberatan dengan ongkos itu, karena merasa dimudahkan dengan jasa giling. Terlebih, hasil giling cukup halus dan telah dibumbui menjadi adonan. (gas/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Depot Giling Utara Terminal Wates #Ichwanudin #Kulon Progo #penggilingan daging #idul adha