KULON PROGO - Momentum Idul Adha, minat masyarakat untuk menggilingkan daging kurban tinggi.
Hal ini dirasakan Pemilik Depot Giling Utara Terminal Wates Ichwanudin.
Ia mengaku, penggilingannya ramai. Bahkan melonjak tiga kali lipat dari biasanya.
"Saat momen Idul Adha banyak yang kesini, biasanya hanya 80 kilogram dalam sehari sekarang naik tiga kali lipat," ucap Ichwanudin, saat ditemui di kiosnya, Kamis (28/5/2026).
Ichwan menjelaskan, di hari normal pesanan jasa giling daging tak sampai menyentuh 100 kilogram.
Umumnya pesanan diterima dari penjual bakso.
Namun, saat Idul Adha, rata-rata per hari penggilingan naik menjadi 300 kilogram.
Jasa penggilingan daging kurban dibanderol dengan harga Rp 25 ribu per Kilogramnya.
Biaya tersebut digunakan untuk jasa giling, dan penambahan bumbu hingga menjadi adonan bakso siap dibentuk.
Menurut Ichwan, pengguna jasa penggilingan terpantau melonjak sejak hari pertama Idul Adha.
Berdiri sejak 2012, penggilingan miliknya tak sepi peminat.
Meski sudah banyak jasa penggilingan daging, namun sudah banyak pelanggan bertahun-tahun berlangganan jasa mereka.
"Kami siapkan dua pekerja untuk penggilingan, supaya waktunya tidak lama," ujarnya.
Baca Juga: Barcelona Dapatkan Tanda Tangan Top Skor Newcastle United di Liga Champions, Anthony Gordon
Proses penggilingan daging tak memakan waktu lama.
Rata-rata satu kilogram daging membutuhkan waktu lima menit.
Mula-mula daging disortir, dipilih yang layak digunakan untuk membuat adonan bakso.
Apabila tersisa, daging akan dikembalikan ke pelanggan.
Menurutnya, alasan warga menggilingkan daging kurban untuk memudahkan dalam penyimpanan di kulkas.
Bakso menjadi olahan menarik lantaran mudah dalam penyimpanannya dan awet disimpan di lemari pendingin.
Sementara itu, salah satu pelanggan penggilingan daging asal Kapanewon Pengasih Lastanti mengaku kerap menggunakan jasa penggilingan saat Idul Adha.
"Kalau dibuat bakso setengah matang penyimpanan lebih mudah dan ringkas," ungkapnya.
Tanti menjelaskan, tahun ini ia menggilingkan daging sejumlah dua kilogram dengan ongkos giling Rp 50 ribu.
Ia tak merasa keberatan dengan ongkos itu, karena merasa dimudahkan dengan jasa giling.
Terlebih hasil giling cukup halus dan telah dibumbui menjadi adonan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva