KULON PROGO - Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo menyalurkan bantuan sarana dan prasarana budidaya ikan sistem bioflok.
Bantuan ini dikhususkan untuk mendukung kegiatan usaha koperasi desa merah putih (KDMP).
Kepala DKP Kulon Progo Drajat Purbadi mengatakan bantuan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Pemkal Palihan Minta Percepat Penggantian TKD, Pergub Baru Bukan Menjadi Kendala
Berupa pembangunan sarpras seperti bangunan penaung, kolam bioflok, hingga sarana pendukung budidaya ikan air tawar.
"Bantuan ini dikhususkan untuk KDMP, tujuannya sebagai usaha yang dijalankan koperasi," ucap Drajat, Selasa (19/5/2026).
Drajat menyampaikan, pihaknya bertugas sebagai fasilitator untuk meraih bantuan tersebut ke kementerian.
Kulon Progo menjadi wilayah nomor 2 penerima terbanyak bantuan sarpras bioflok.
Terdapat 50 titik yang ditargetkan dibangun di Kulon Progo.
Kendati mendapat kuota bantuan untuk 50 titik, DKP Kulon Progo baru menerima 14 usulan bantuan dari KDMP.
Setiap titiknya menelan anggaran Rp 700 juta.
Sebelumnya, ada dua usulan KDMP yang mengundurkan diri akibat tak memenuhi syarat.
Persyaratan untuk mengakses bantuan ini disebut gampang-gampang sulit.
Baca Juga: Orang Tua Harus Tahu! Bahasa Inggris Akan Wajib Pada Sekolah Dasar Mulai Tahun Ajaran 2027/2028
Persyaratan yang terbilang sulit adalah, kebutuhan tanah untuk bangunan bioflok harus seluas seribu meter persegi.
Luasan ini nantinya akan digunakan untuk bangunan penaung, hingga 24 kolam bioflok.
Di samping itu, KDMP memiliki kewajiban untuk land clearing lahan agar pembangunan dapat segera dilakukan.
Pemasangan listrik 2.200 watt dan kepastian suplai air budidaya juga masuk persyaratan utama.
"Yang mundur itu, karena tanahnya tidak mau diratakan," ucapnya.
Baca Juga: 20 Mei 2026 Memperingati Hari Apa? Apakah Hari Libur Nasional atau Cuti Bersama, Yuk Simak!
Drajat berharap agar kalurahan atau KDMP dapat memanfaatkan bantuan tersebut.
Lantaran, bantuan tersebut dapat menjadi usaha yang berkembang.
Mengingat sistem bioflok dapat meningkatkan produktivitas panen ikan hingga dua kali lipat.
Terlebih bantuan sarpras jika dilihat pagu anggarannya mencapai Rp 700 juta. Sehingga, perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva