Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dispertapa Kulon Progo Perketat Pengawasan Hewan Kurban Menjelang Idul Adha, Waspada PMK dan Lato-lato

Anom Bagaskoro • Senin, 18 Mei 2026 | 17:58 WIB
PERIKSA: Petugas Puskeswan melakukan vaksinasi PMK di Kalurahan Bendungan Januari 2025 lalu. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
PERIKSA: Petugas Puskeswan melakukan vaksinasi PMK di Kalurahan Bendungan Januari 2025 lalu. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

 

KULON PROGO - Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban menjelang Idul Adha.

Pengawasan yang diperketat merupakan upaya menekan persebaran penyakit pada hewan kurban.

Termasuk memastikan hewan kurban layak konsumsi.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dispertapa Kulon Progo Yuriati menjelaskan, pengawasan hewan kurban telah dimulai sejak April 2026, yakni setelah Idul Fitri.

Baca Juga: H-9 Jelang Idul Adha, Tren Pembelian Kambing Menurun, Harga Hewan Kurban Sapi Cnderung Melambung

Pengawasan paling awal memantau persebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Kulon Progo nol kasus untuk saat ini, tapi perlu diwaspadai potensi kasus akibat lalu lintas hewan ternak," ucap Yuriati, Senin (18/5/2026).

Kewaspadaan penyebaran kasus PMK terus dilakukan, pasalnya penyakit ini gampang menular ke hewan ternak terutama sapi dan kambing.

Terutama status PMK dan lato-lato yang belum dinyatakan bebas di Indonesia.

Baca Juga: Ekspresikan Kreativitas , Astra Motor Yogyakarta Sukses Gelar Laki Code 2026

Pihaknya mengupaykan pengawasan lalu lintas hewan ternak di pasar hewan.

Sapi dari luar daerah dipastikan mendapat sertifikat vaksin dan bebas dari penyakit menular.

Selain pengamatan lalu lintas menjelang Idul Adha, Dispertapa Kulon Progo turut mengupayakan pemeriksaan saat penyembelihan.

Fokus pemeriksaan ada pada pengawasan organ hati.

Mengingat Indonesia merupakan habitat cacing hati yang mudah berkembangbiak di wilayah tropis. 

Baca Juga: Harga LPG Non Subsidi Terus Mengalami Kenaikan, Agen Sebut Efek Dolar AS Tembus Rp 17 Ribu

Petugas nantinya akan mengambil sempel di beberap tempat penyembelihan.

Tujuannya menakar keberadaan cacing hati.

Apabila ditemukan cacing hati dengan jumlah sedikit, maka organ hati dapat dibagikan ke masyarkat.

Sedangkan, jika timbul kerusakan pada organ hati maka dilarang dibagikan ke masyarkat.

"Untuk mengetahui cacing hati, harus melihatnya secara langsung setelah penyembelihan," ungkapnya.

Baca Juga: Hadirkan Layanan 3S, Duta Hino Yogyakarta Perkuat Dukungan pada Sektor Transportasi Hingga Logistik

Kesulitan pengawasan cacing hati pada hewan kurban terletak pada pengamatan.

Pasalnya, hewan kurban yang terjangkit cacing hati biasanya terlihat sehat dan berbadan gemuk.

Sehingga, pemeriksaan dapat dilihat setelah penyembelihan.

Pihaknya menghimbau agar peternak rutin memberikan obat cacing.

Tujuannya mencegah persebaran cacing pita.

Baca Juga: Tidak Hanya Andalkan Pameran, Seniman Aidi Yupri Ajak Mahasiswa ISI Yogyakarta Berkompetisi untuk Asah Kreativitas dalam Berkarya

Sementara itu, peternak sapi asal Kalurahan Donomulyo Kapanewon Nanggulan Sutarna mengaku rutin memberikan perawatan khusus ke hewan ternaknya.

Lantaran, untuk mencegah hewan terjangkit penyakit, mulai dari PMK, lato-lato, hingga cacing hati.

"Minimal sudah divaksin dan diberikan obat cacing," ungkapnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Dispertapa Kulon Progo #vaksin #idul adha #hewan kurban #pengawasan