KULON PROGO - Perayaan Idul Adha Hari Raya Kurban bagi umat muslim segera tiba.
H-9 menjelang Idul Adha, antusias pembeli hewan kurban tak segencar tahun lalu.
Salah satunya dirasakan pedagang kambing asal Kulon Progo, Didik Sugiyanto.
Didik yang biasa menjajakan kambingnya di Pasar Hewan Kulon Progo mengatakan, tahun ini selama dua minggu penjualan agak sepi.
Baca Juga: Ekspresikan Kreativitas , Astra Motor Yogyakarta Sukses Gelar Laki Code 2026
"Padahal tahun lalu, 70 ekor kambing terjual setiap minggunya," terang Didik, Senin (18/5/2026).
Penurunan bisa dibilang drastis,
Karena saat ini kurang dari separuhnya, yakni hanya 30 ekor kambing yang terjual dalam dua minggu mendekati hari H lebaran.
Jika dibandingkan dengan sapi, harga kambing jauh lebih terjangkau dan cenderung stabil di kisaran angka Rp 3 juta sampai Rp 5 juta per ekor, berdasarkan bobotnya.
Baca Juga: Ekspresikan Kreativitas , Astra Motor Yogyakarta Sukses Gelar Laki Code 2026
Meski ada penurunan, ia tetap optimistis terhadap ledakan pembelian hewan kurban kambing dalam sepekan ke depan.
Sebagaimana fenomena yang berkembang di masyarakat terkait sapi kurban yang rata-rata cenderung mengalami kenaikan hingga Rp 3 juta.
Fenomena yang beredar, harga hewan kurban sapi yang semakin mahal, membuat masyarakat beralih ke kambing atau domba.
Harga yang stabil membuat hewan kurban kambing mulai dilirik masyarakat. Mengingat harga sapi kini melabung tinggi.
Baca Juga: Harga LPG Non Subsidi Terus Mengalami Kenaikan, Agen Sebut Efek Dolar AS Tembus Rp 17 Ribu
Sehingga calon pembeli banyak yang mengincar kambing jawa atau domba dengan harga Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta.
Kendati begitu, Didik merasakan, penjualan kambing tahun ini cenderung lesu.
Kelesuan penjualan disebabkan oleh daya beli masyarakat yang cenderung menurun.
"Sejak covid menurun, tahun lalu lumayan bagus, kalau sekarang cenderung turun," ungkapnya.
Baca Juga: Cara Terbaik Menyimpan Instagram Reels Tanpa Kehilangan Kualitas
Walau penjualan turun, Didik tetap optimis dengan penjualan hewan kurban tahun ini.
Lantaran, H-7 sebelum Idul Adha potensi penjualan akan naik dua kali lipat.
Mengingat akan banyak masyarakat yang mencari hewan kurban mendekati Idul Adha.
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi dan Pengembangan Usaha Peternakan Dispertapa Kulon Progo Bambang Dwi menyampaikan, kebutuhan hewan kurban di Bumi Binangun cenderung stabil di setiap tahunnya.
Diprediksi kebutuhan hewan kurban akan mencapai 9.000 ekor.
"Itu bisa tercukupi dari peternak lokal dan sebagian dari luar daerah," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva