KULON PROGO - Kasus keracunan menimpa belasan warga Padukuhan Kopat, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih.
Dugaan keracunan berasal dari lauk nasi kenduri yang disantap segelintir penerima.
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Susilaningsih membenarkan keracunan yang menimpa belasan warga Padukuhan Kopat.
Pihaknya melalui Puskesmas Pengasih 2 telah menerima 16 orang yang diduga mengalami gejala keracunan. Mulai dari mual muntah hingga diare.
"Kejadiannya Jumat (8/5) malam, masyarakat juga ada yang datang keesokan harinya di RSUD Wates," ucap Susi, Minggu (10/5).
Ia menjelaskan, belasan warga yang keracunan diduga telah mengonsumsi santapan kenduri.
Baca Juga: Kemarau Panjang Ancam Gunungkidul, DPP Pastikan Ribuan Hektare Padi MT II Masih Aman Panen
Dalam santapan kenduri itu, ada olahan daging kambing yang diduga menjadi penyebab keracunan. Pasalnya, saat dikonsumsi olahan daging justru memiliki rasa pahit.
Belasan masyarakat dipastikan telah mendapat perawatan di puskesmas ataupun rumah sakit.
Susi menegaskan, tak ada korban yang memerlukan perawatan rawat inap, semuanya cukup rawat jalan. Pihaknya turut menerjunkan personel untuk pengambilan sampel makanan.
Sampel itu kemudian diuji di laboratorium.
Sementara itu, Dukuh Kopat Dwi Nandanu membenarkan insiden dugaan keracunan. Keracunan berawal dari konsumsi makanan kenduri pada acara pernikahan, yang sebelumnya dibagikan pada Jumat sore.
Sekitar pukul 22.00, warganya mulai mengeluhkan mual muntah.
Dari total 70 orang penerima kenduri, hanya belasan orang yang melaporkan dugaan keracunan.
Baca Juga: Dinkes Bantul Temukan Dua Kasus Hantavirus Tahun Lalu, Sudah Sembuh, Masyarakat Diimbau Tidak Panik
"Gejalanya mual muntah dan diare. Itu dirasakan di malam hari," ungkapnya.
Danu mengaku tak mengikuti kegiatan atau mengonsumsi makanan kenduri. Menurutnya, makan kenduri berisi urap sayur, dan daging kambing.
Laporan warganya menyebutkan, rasa daging kambing cukup pahit. Olahan ini yang diduga menjadi sumber keracunan.
Menurutnya, olahan daging kambing dimasak oleh katering yang disediakan pemilik acara. Katering ditugaskan untuk menyembelih hingga mengolah menjadi makanan.
Hal ini berbeda dengan pola aktivitas masyarakat. Biasanya warga menyembelih dan mengolah daging secara gotong-royong. (gas/laz)
Editor : Herpri Kartun