KULON PROGO - Kaderisasi dan program dengan impact jelas menjadi fokus Temu Karya Karang Taruna Kulon Progo 2026. Organisasi Karang Taruna kini harus menciptakan ekosistem yang mampu menarik minat anak muda dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Ketua Karang Taruna DIY GKR Hayu menjelaskan, pekerjaan rumah (PR) Karang Taruna berupa kaderisasi. Banyak anak muda yang tak memiliki waktu untuk masuk ke Karang Taruna. Mengingat waktu anak muda habis di sekolah, pekerjaan, hingga bekerja.
"Anak muda yang bergabung di Karang Taruna punya jiwa kepedulian sosial besar, tinggal fokus mengajak," ucap GKR Hayu, usai kegiatan Temu Karya Karang Taruna Kulon Progo 2026 di Aula Adikarta Kompleks Pemkab, Minggu (10/5).
GKR Hayu menjelaskan, menggaet anak muda untuk berorganisasi harus didukung dengan ekosistem yang saling menguntungkan. Pengurus Karang Taruna tak hanya berfokus ke kaderisasi, tapi menciptakan lingkungan organisasi yang bermanfaat bagi anggotanya. Hal ini akan menjadi nilai lebih untuk menarik anggota baru. Di samping itu, pembentukan program kerja harus didasarkan indikator yang jelas. Program Karang Taruna didorong agar memberikan manfaat ke masyarakat, dan impactnya jelas.
Baca Juga: Striker PSS Gustavo Tocantins Jadi Pemain Terbaik Championship Musim 2025/2026
Dalam temu karya tersebut, Karang Taruna Kulon Progo turut melakukan pemilihan ketua. GKR Hayu berharap, siapapun ketua karang taruna dapat merangkul lebih banyak anak muda. Anak muda dinilai memiliki energi lebih banyak dan mampu memberikan perubahan besar.
Sementara itu, Ketua Panitia Temu Karya Ceem Nara Zikria menjelaskan, temu karya merupakan forum tertinggi di Karang Taruna. Pasalnya, laporan pertanggungjawaban (LPJ) dibahas dalam kegiatan tersebut. Termasuk penyusunan program kerja tahunan. Di samping itu, tahun 2026 menjadi titi pemilihan ketua masa bakti 2026-2031.
"Ada tiga calon ketua yang nanti akan dipilih," ungkapnya.
Nara berharap, ketua yang terpilih mampu merangkul semua penguru hingga menggaet anggota baru. Hal ini dilakukan untuk regenerasi karang taruna di tahun-tahun selanjutnya. (gas)
Editor : Iwa Ikhwanudin