Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinkes Kulon Progo Temukan Satu Suspek Hantavirus, Penularan Lewat Hewan Pengerat

Anom Bagaskoro • Jumat, 8 Mei 2026 | 17:17 WIB
Kepala Dinkes Kulon Progo Susilaningsih. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
Kepala Dinkes Kulon Progo Susilaningsih. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

KULON PROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo menemukan satu suspek Hantavirus.

Temuan ini, menjadikan masyarakat harus berhati-hati atas persebaran Hantavirus di Bumi Binangun.

Mengingat virus ini ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus.

Kepala Dinkes Kulon Progo Susilaningsih membenarkan temuan satu suspek diduga terjangkit hantavirus.

Baca Juga: Siap Melesat, Pebalap Astra Honda Bidik Podium di ARRC Buriram

Lantaran, muncul gejala hantavirus berupa, demam, nyeri otot, dan mual.

Namun, setelah diperiksa melalui uji laboratorium hasilnya negatif.

"Kemarin memang ada satu suspek, tetapi hasilnya negatif," ucap Susi, Jumat (8/5).

Kendati negatif hantavirus, Dinkes Kulon Progo menemukan adanya potensi persebaran virus.

Pasalnya, ditemukan beberapa tikus dengan hasil positif hantavirus.

Baca Juga: Prediksi Skor Borussia Dortmund vs Eintracht Frankfurt Bundesliga Sabtu 9 Mei 2026, Die Borussiens Incar Kemenangan di Signal Iduna Park

Hasil ini menunjukkan, persebaran hantavirus menjadi terbuka.

Mengingat hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui tikus.

Susi menegaskan, hantavirus tak menular sesama manusia.

Hanya saja, hantavirus memiliki karakteristik penularan dari hewan inang ke manusia.

Sehingga persebaran masif hingga menjadi wabah tak akan terjadi di Indonesia.

Baca Juga: Satu Jamaah Haji Kulon Progo Meninggal Dunia Usai Umroh Sunnah, Sempat Keluhkan Sesak Dada

Data yang dimiliki Dinkes Kulon Progo, hantavirus telah memasuki DIY.

Terdapat enam temuan positif hantavirus di tahun 2025 yang berada di kabupaten lain. 

"Belum ada pengobatan khusus," ungkapnya.

Pengobatan bagi pasien terjangkit hantavirus belum ada yang khusus.

Apabila ada temuan positif, Dinkes menyikapi dengan pemeriksaan lab, penanganan gejala dan tindakan suportif.

Baca Juga: Terganjal Status Tanah Pembangunan KDMP di Kulon Progo Terhambat, Baru 10 Kalurahan Dirikan Gerai

Tujuannya, memulihkan pasien dari gejala hantavirus.

Susi menegaskan, pihaknya condong ke tindakan pencegahan.

Penyakit yang mirip leptospirosis ini dapat dikendalikan dengan pengurangan vektor atau hewan penular.

Pengendalian vektor diutamakan di wilayah rawan, khususnya pemukiman di dekat area pesawahan.

Di samping itu, masyarakat dapat melakukan tindakan pencegahan berupa penerapan perilaku hidup bersih sehat (PHBS).

Baca Juga: Harga Meroket, Penjualan Sapi Kurban di Kota Jogja Diprediksi Anjlok Menjelang Idul Adha 2026

Petani dan masyarakat dihimbau juga mengenakan APD selama bekerja di area rawan hantavirus.

Utamanya, petani diharapkan menggunakan sepatu khusus untuk mencegah urine tikus langsung bersentuhan dengan kulit.

Perlu diketahui hantavirus sumber penyakit dari tikus ke manusia (Zoonosis).

Penularan karena menghirup debu kotoran tikus atau kontak langsung.

Bahaya, gejala mirip demam, tapi berisiko gagal ginjal/paru.

Solusi membasmi tikus di rumah dan jaga kebersihan lingkungan.

(gas)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#suspek hantavirus #hewan pengerat #uji laboratorium #penularan #Dinkes Kulon Progo