KULON PROGO - Menjelang Idul Adha, peternak sapi di Bumi Binangun mulai berlomba-lomba mencari calon pembeli hewan kurban.
Mereka menarik calon pembeli, peternak sapi di Sukoreno dengan mengandalkan sales promotion girl (SPG).
Pemilik peternakan UD Mulyo Slamet di Kalurahan Sukoreno Olan Suparlan menyampaikan, SPG sengaja ditugaskan di bagian pemasaran hewan kurban.
Baca Juga: Siswa Dilarang Konvoi dan Corat-Coret Saat Kelulusan, Wisuda Dihilangkan Diganti Pelepasan Sederhana
Teknik pemasaran ini, telah dilakukan selama tiga tahun terakhir, hingga peternakannya mulai dikenal banyak orang.
"Tahun lalu ada SPG, dan kami menganggapnya sangat membantu dalam pemasaran," ucap Olan, Rabu (6/5/2026).
Olan menyampaikan, pemasaran sapi dengan SPG sengaja dilakukan untuk menimbulkan suasana baru.
Pasalnya, tempat penjualan sapi identik dengan kaum adam, banyak hewan, hingga pemandangan yang bagi sebagian orang kurang mengenakkan.
Baca Juga: Nasib Guru Non ASN di Sekolah Negeri Terancam, Pemkab Kulon Progo Siapkan Skema Khusus
Keberadaan SPG inilah, yang merubah mindset calon pembeli agar lebih nyaman selama memilih hewan kurban.
Tak hanya soal memasarkan saja, peran SPG di peternakan perlu didasari product knowledge.
Sebelum bekerja, SPG diajarkan mengenai produk hewan kurban yang dijual di peternakan.
Wawasan produk hewan kurban meliputi, jenis sapi, berat sapi, hingga kualitas daging.
Sehingga, saat calon pembeli bertanya SPG dapat menjawab pertanyaan.
Sekaligus meyakinkan pembeli untuk mengambil hewan kurban.
Total tiga hingga lima SPG yang diterjunkan untuk melayani calon pembeli.
Mereka juga mengenakan pakaian khusus mirip seperti koboi dengan balutan hijab dan berpakaian sopan.
Pakaian ini digunakan agar cocok dengan suasan kandang sapi.
"Jadi mereka sudah terbiasa memasarkan sapi, pengetahuan tentang sapi juga mengerti," ungkapnya.
Berkat kepiawaian SPG memasarkan hewan kurban, UD Mulyo Slamet telah memasarkan 30 ekor sapi di awal bulan Mei.
Kebanyakan pembeli berasal dari luar Kulon Progo dan bahkan dari Jabodetabek.
Pihaknya optimis, Idul Adha penjualan hewan kurban meningkat.
Sehingga, peternakannya menyediakan 100-200 ekor sapi yang siap dibeli, dengan jenis lemosin, simental, dan jawa peranakan ongole.
Salah satu SPG yang bekerja Nuni Andriani mengaku baru pertama kali menjadi SPG sapi.
Perempuan asal Magelang itu, biasanya menangani pemasaran pada event-even besar.
Sehingga, perlu pembiasaan saat banting setir menjadi SPG hewan kurban.
"Ini pengalaman baru jadi cukup antusias," ungkapnya.
Nuni menjelaskan, sebelum bekerja wawasan produk hewan kurban perlu dipelajari.
Lantaran, jual beli butuh kepercayaan antara penjual dan pembeli.
Saat pembeli menanyakan hal spesifik, SPG bertugas menjawab dan menerangkan.
Kepercayaan itu, timbul dari informasi yang disampaikan oleh SPG. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva