Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antrean Lebih Singkat, 143 Calon Jamaah Haji Khusus Diberangkatkan ke Tanah Suci Mayoritas Usia Produktif

Anom Bagaskoro • Selasa, 5 Mei 2026 | 15:32 WIB
BERPISAH: Jamaah haji khusus melambaikan tangan sebelum keberangkatan dari YIA. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
BERPISAH: Jamaah haji khusus melambaikan tangan sebelum keberangkatan dari YIA. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

KULON PROGO - Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) mulai memberangkatkan calon jamaah haji (CJH), Selasa (5/5/2026).

Pemberangkatan ditandai dengan penerbangan awal dari Yogyakarta International Airport (YIA) menuju Jakarta.

Direktur Operasional PT Nur Ramadan Internasional Hamzah Kuat Prasetya menyampaikan, tahun ini ada 324 CJH yang diberangkatkan ke Baitullah.

Sebanyak 143 orang di antaranya diberangkatkan melalui YIA.

Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Hadirkan Program Istimewa Bagi Konsumen

"Hari ini ke Jakarta dulu untuk berkumpul, besok baru diberangkatkan ke Arab Saudi," ucap Hamzah, saat ditemui awak media di YIA, Selasa (5/5/2026).

Hamzah menjelaskan, CJH yang diberangkatkan tahun ini telah menunggu sekitar enam hingga tujuh tahun.

Masa tunggu yang lebih singkat inilah yang menjadi haji khusus berbeda dengan CJH reguler.

Sebagaimana diketahui daftar tunggu jamaah haji reguler di tahun pemberangkatan yang sama sekitar 12 tahun.

Baca Juga: Korban Keracunan di Acara Pamitan Haji di Sleman Capai 69 Orang, Dinkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Kendati lebih cepat, namun biaya haji khusus jauh lebih besar dibandingkan dengan biaya haji reguler.

Biaya haji khusus menelan biaya sekitar Rp 260 juta.

Sementara, biaya haji reguler di angka Rp 80 juta.

Pemberangkatan haji khusus juga pelayananannya berbeda dari reguler.

Fasilitas selama Arab saudi terjamin, khususnya penginapan hotel berbintang lima.

Selain fasilitas terjamin, penginapan yang disediakan letaknya cukup strategis, didekat kompleks Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Baca Juga: Wujudkan Kepedulian Sesama, Astra Motor Yogyakarta Gandeng PMI Sleman Gelar Donor Darah Rutin 2026

Sehingga, jamaah cukup leluasa untuk bolak-balik ke tempat ibadah.

"Kebanyakan jamaah haji khusus usia produktif," ungkapnya.

Berbeda dengan jamaah haji reguler, jamaah haji khusus justru didominasi kelompok usia reguler.

Mulai dari umur 18-50 tahun mendominasi sekitar 70 persen.

Hal ini, dipengaruhi pada daya beli masyarakat terutama kelompok usia produktif yang tergolong mapan dari segi finansial.

Baca Juga: Mengenal Virus Hanta, Penyebab, Gejala dan Bahaya

Salah satu CJH Khusus asal Kota Jogja Sovia Rara menyampaikan kegembiraannya atas pemberangkatan haji tahun ini.

Pasalnya, ia dapat menunaikan rukun Islam kelima tanpa menunggu banyak waktu.

Ia sekeluarga sengaja memilih pelayanan haji khusus, walau berbiaya tiga kali lipat dari harga reguler.

"Antriannya lebih cepat, ini juga berangkat dengan orangtua jadi sebisa mungkin memberikan kenyamanan," ungkapnya.

Baca Juga: Berikut Cara Menonaktifkan NPWP Pribadi Serta Pengajuannya Melalui Coretax

Sovia menjelaskan, biaya haji khusus dinilai sebanding dengan waktu dan fasilitasnya.

Lantaran, fasilitas yang disediakan terjamin dan mudah diakses.

 Alhasil, saat di Arab Saudi, keluarganya dapat fokus untuk beribadah. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#calon jamaah haji khusus #PT Nur Ramadan Internasional #antrean #haji khusus #tanah suci