KULON PROGO - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DIY resmi memulai musyawarah cabang (muscab) serentak di lima kabupaten kota, Sabtu (25/4).
Muscab serentak dibuka langsung oleh Ketua Umum (Ketum) PPP yang langsung menginstruksikan untuk memperkuat elektoral pada Pemilu 2029.
Ketum PPP Muhammad Mardiono dalam sambutannya meminta kader PPP merapatkan barisan.
Tak sekedar merapatkan barisan, kader diminta untuk memperkuat struktur partai. Kehadiran PPP tidak hanya sampai di tingkat cabang, melainkan sampai di tingkat ranting atau kalurahan.
"PPP harus ada di TPS supaya ada suaranya, kita butuh struktur masif hingga tingkat kalurahan," ucap Mardiono, saat memberikan arahan langsung ke kader yang hadir dalam muscab di Hotel Morazen, Temon, Sabtu (25/4).
Baca Juga: PKBM Handayani Tampung 248 Siswa dengan Berbagai Persoalan, Cetak Lulusan Kesetaraan Sekolah Formal
Mardiono meminta agar kader memperkuat struktur pantai dari DPW hingga ranting. Kader juga dituntut memperkuat akar rumput, agar kehadiran PPP di tempat pemungutan suara (TPS) terlihat. Hal ini berhubungan dengan suara PPP yang akan dihitung secara nasional.
Pemilu, menurut Mardiono, tak sekedar seremoni politik sosial. Pemilu menjadi pesta demokrasi, untuk mendulang aspirasi dari suara rakyat. Tentu, kader diminta mendulang aspirasi tersebut. Tujuannya, mengawal aspirasi rakyat melalui lembaga eksekutif atau legislatif.
Tak hanya instruksi elektoral, etika politik turut ditegaskan. Kader PPP yang sedang menduduki jabatan, harus mengedepankan kepentingan rakyat. Terpilihnya kader, merupakan amanah dari rakyat yang harus dijalankan penuh dengan integritas.
Baca Juga: Arsenal 1-0 Newcastle United, The Gunners Kembali Kuasai Puncak Klasemen Premier League
"Etika Politik jangan ditinggalkan," ungkapnya.
Mardiono memberikan pandangan, terhadap dinamisnya politik Indonesia saat ini. Kader diharapkan mengedepankan etika politik. Ia sempat mencontohkan, agar kader meniru atlet tinju. Saat berada di ring tinju, dengan wasit, dan atauran pasti, petinju akan berkompetisi. Namun, di luar itu mereka tetap saling menghormati tanpa melukai siapapun.
Sementara itu, Ketua DPW PPP DIY Muhammad Yazid menganggap kehadiran ketum menjadikan suasana muscab serentak cukup istimewa. Lantaran, DIY menjadi wilayah pertama yang didatangi sbelum daerah lain seperti Sulawesi Selatan.
"Muscab kami anggap sebagai penyusunan program jangka pendek menyongsong Pemilu 2029," ungkapnya.
Muscab serentak akan diselenggarakan selama dua hari, mulai dari Kulon Progo hingga Kota Jogja. DPW meminta agar muscab dimanfaatkan sebagai ajang penyusunan program untuk menyongsong Pemilu 2029. Khususnya, melakukan kaderisasi di setiap cabang. (gas)
Editor : Bahana.