KULON PROGO - Menjelang pemberangkatan kloter pertama haji 2026, Embarkasi Haji Yogyakarta International Airport (YIA) mulai bersiap.
Khususnya, kesiapan asrama berbasis hotel untuk melayani ribuan calon jemaah haji (CJH) dipastikan sudah 100 persen.
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh DIY Jauhar Mustofa mengatakan, dari segi SDM, telah membentuk dan melantik 87 tenaga pendukung PPIH atau sering disebut Satgas Embarkasi.
Mereka telah bertugas H-1 sebelum kedatangan CJH di hotel.
"Satgas ini bertugas dengan bidang masing-masing, mulai dari sekretariat, penerimaan, imigrasi, hingga pelayanan," ucap Jauhar, saat ditemui Radar Jogja di asrama hotel haji, Senin (20/4/2026).
Jauhar menjelaskan, Embarkasi YIA memiliki keunikan tersendiri. Sebab, embarkasi haji tak lagi menggunakan asrama, melainkan hotel.
Dari 15 embarkasi di Indonesia, hanya YIA yang menggunakan metode hotel bubble.
Langkah ini dianggap sebagai penghematan anggaran senilai Rp 1,2 triliun untuk pembangunan fisik asrama.
Walau menghemat anggaran triliunan rupiah, penyesuaian asrama berbasis hotel tetap dilakukan.
Menjelang penerimaan haji, kesiapan infrastruktur dan penyesuaian layanan mengikuti layout gedung.
Dari segi ruang kantor, pihaknya menggunakan ruang rapat yang tersebar di lantai dua.
Skema penerimaan haji nantinya, akan terpusat di dalam auditorium hotel yang mampu menampung tiga ribu CJH.
Baca Juga: Mahasiswa Jadi Korban Begal Payudara di Trirenggo, Bantul, Pelaku Belum Ditemukan
Dalam auditorium itu, terdapat skema one stop service. Jemaah haji akan melengkapi administrasi hingga pemeriksaan kesehatan sebelum diberangkatkan. Untuk meringkas waktu disediakan 32 titik pos pelayanan.
"Satu kloter berisi 360 orang terdiri dari 354 jemaah haji dan enam pendamping," jelasnya.
Untuk tempat istirahat, kesiapan dan kesedian unit kamar telah dilakukan. Terdapat 120 kamar, setiap kamar akan diisi tiga jemaah haji.
Baca Juga: Imbas Efisiensi Anggaran, Pengadaan Instalasi Hidran Kering dan Selang Pemadam Terkendala
Unit kamar, akan disediakan ekstra bed dengan kelengkapan kamar mandi serta fasilitas hotel berbintang lainnya.
Sementara itu, CJH asal Temon Sri Jumarni mengaku siap berangkat ke Baitullah.
Segala persiapan telah dilaluinya, mulai dari manasik haji, tes kesehatan, hingga simulasi haji. Di samping itu, persiapan fisik dan mental juga telah matang.
"Insya Allah siap, segala upaya telah dilakukan," ucapnya.
Baca Juga: Perpustakaan Keliling di Sleman Tak Bisa Berjalan Optimal karena Hanya Miliki Tiga Armada
Sri menjelaskan, dirinya menjadi salah satu jemaah yang akan diberangkatkan pada kloter pertama.
Sedianya, pelepasan akan dilakukan pada Selasa (21/4/2026) pagi. Kemudian penerbangan ke Jeddah akan dimulai pada malam hari.
Perempuan ini, berharap ibadah hajinya berjalan lancar hingga dapat pulang ke tanah air. (gas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita