KULON PROGO – Penggunaan gadget dan media sosial di kalangan pelajar jadi perhatian Pemkab Kulon Progo. Melalui program goes to school untuk mencegah radikalisme di kalangan pelajar. Tak hanya pejabat lingkup pemkab, pemateri yang berasal dari kepolisian hingga densus 88 turun gunung memberikan edukasi bahaya radikalisme.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulon Progo Pratiwi Ngasaratun menjelaskan, program pencegahan radikalisme dikemas menjadi inovasi dari pihaknya yang bernama Kesbangpol Goes to School.
Program ini, tak hanya mengangkat isu radikalisme, namun aktivitas negatif yang berpotensi meluas di kalangan pelajar.
Baca Juga: Renovasi Jembatan Kewek, Kota Jogja, Mulai Dikerjakan Mei 2026, Target Selesai Desember 2026
"Kami mengajak pimpinan lintas sektoral untuk turun menyapa sekolah-sekolah," ucap perempuan yang akrab disapa Tiwi, Senin (20/4).
Kesbangpol Goes to School mengajak berbagai stakeholder sesuai bidangnya untuk terjun ke sekolah. Tujuannya, memberikan materi hingga penyuluhan terkait pencegahan aktivitas negatif pelajar. Melalui materi yang terukur, penanaman nilai positif ke pelajar cukup efisien.
Pratiwi turut menyoroti penggunaan media sosial di kalangan pelajar akhir-akhir ini. Dalam berbagai kesempatan, pihaknya menekankan penggunaan gadget yang sesuai batasan.
Baca Juga: Ada Permendikbud 75/2016, Disdikpora Kebumen Beri Restu Sekolah Tarik Sumbangan
Pasalnya, gadget dan medsos memiliki dampak buruk bagi masa depan pelajar. Mengingat medsos memiliki berbagai informasi, termasuk informasi bermuatan negatif.
Selain materi muatan positif, program goes to school memastikan pelajar mendapatkan wawasan kebangsaan. Pemahaman terkait dasar negara Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 turut menjadi materi tersendiri.
Tujuannya, nilai-nilai yang terkandung dalam dasar negara dapat diejawantahkan oleh pelajar.
Baca Juga: Duh, Dua Belas Mahasiswi Terjebak Dalam Lift Lantai Empat Kampus Satu UAD, Damkar Turun Tangan
Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menjelaskan, program goes to school memberikan penekanan nilai positif di kalangan pelajar.
Di era globalisasi, edukasi perilaku sangat dibutuhkan oleh pelajar. Lantaran, banyak pelajar yang kini kehilangan jati dirinya, terutama lokalitas dan budaya.
"Edukasi sejak dini, berkaitan perilaku, dan pencegahan hal negatif tanggung jawab bersama," ungkapnya. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo