KULON PROGO - Pembangunan fasilitas sekolah rakyat (SR) di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah terus digenjot. Namun, dibalik pembangunan yang dipercepat, dokumen pendukung justru masih diproses Pemkab Kulon Progo.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko telah melakukan kunjungan ke pembangunan sekolah rakyat. Pada kunjungan itu, pihaknya memastikan sekolah dengan kapasitas 1.080 siswa itu akan sesuai target pembangunan. Lantaran, progres pembangunan telah mencapai 45 persen.
"Kami melihat secara langsung perkembangannya, targetnya Juli mulai beroperasi," ucap Ambar, Minggu (19/4).
Kendati pembangunan sekolah rakyat mulus, dokumen pendukung justru masih diproses Pemkab Kulon Progo. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) Kulon Progo Ernawati Sukeksi menyebutkan dokumen pendukung keberadaan sekolah rakyat sedang diproses pihaknya.
Baca Juga: Barito Tersandung, Persipura Raih Poin Penuh, Huistra: Lawan Persiku Harus 3 Poin
Pihaknya diberikan tugas untuk mengurus tiga dokumen. Diantarannya dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), Analisi Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan perencanaa teknis. Adapun, dokumen perencanaan teknis dan andalalin telah terpenuhi.
"Dinsos ada kewajiban untuk percepatan dokumen pendukung yang jadi syarat kesiapan SR," ungkapnya.
Di sisi lain, pengusulan dokumen Amdal turut dilakukan. Untuk mendapat dokumen ini, pemkab perlu bekerjasama dengan konsultan yang berwenang. Saat ini, dokumen Amdal masih menunggu konsultan. Lantaran, konsultan Amdal bersertifikasi masih proses seleksi.
Pihaknya menargetkan percepatan kelengkapan dokumen. Mengingat pembangunan SR turut mendapat percepatan. Bahkan terdapat target akhir Juni 2026 SR rampung pembangunannya. (gas)
Editor : Bahana.