Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Fokus Kesehatan CJH asal Kulon Progo, Kesampingkan Konflik Timteng dan Harga Avtur

Anom Bagaskoro • Sabtu, 18 April 2026 | 09:10 WIB

 

MANASIK: Calon jamaah haji dikumpulkan di asrama haji berbasis hotel di Kulon Progo. ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
MANASIK: Calon jamaah haji dikumpulkan di asrama haji berbasis hotel di Kulon Progo. ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA

 

 

 


KULON PROGO - Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kulon Progo memastikan keamanan dan kenyamanan calon jamaah haji (CJH). Di tengah knflik Timur Tengah penerbangan dipastikan aman. Sedangkan, proses ibadah penuh pendampingan dari petugas agar CJH nyaman.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kulon Progo Mulyono menjelaskan, pamitan haji telah digelar di Aula Adikarta Kompleks Pemkab Kulon Progo, Jumat (17/4). Nantinya, CJH asal Bumi Binangun akan terbagi dalam tiga kloter.

Di antaranya kloter pertama dengan 354 jamaah, kloter tujuh satu jamaah, dan kloter 26 dengan 28 jamaah. Total CJH yang berangkat tahun ini sejumlah 384 jamaah.

Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Genjot Perbaikan Jalan, Usai 15 Tahun Terabaikan


"Dari otoritas Arab Saudi telah memastikan keamanan dan InsyaAllah tidak ada kendala," ucap Mulyono, Jumat (17/4).

Mulyono menuturkan, ada kekhawatiran atas konflik Timur Tengah yang hingga kini masih belum redup. Namun, ia turut menenangkan CJH akan keselamatan mereka. Menurutnya, otoritas Arab Saudi telah memastikan ibadah haji 2026 akan aman dan jauh dari konflik.

Penyelenggara haji di Indonesia juga turut berkordinasi untuk mengamankan setiap penerbangan. Pasalnya, pesawat dari Embarkasi YIA akan melakukan penerbangan langsung ke Jeddah dan Madinah. Sehingga, rute penerbangan akan mendekati wilayah konflik. Maskapai penerbangan dipastikan mengikuti arahan pusat kontrol udara untuk menentukan rute penerbangan paling aman.

Baca Juga: Miris! Siswa SD Kepek 1 Saptosari Gunungkidul Makan MBG di Antara Bangunan Sekolah yang Rusak Parah

Dampak konflik juga berkaitan dengan harga avtur atau BBM. Kementerian Haji memastikan kenaikan harga avtur tak akan berdampak ke biaya haji 2026. Seluruh jamaah haji di Kulon Progo telah melakukan pelunasan tanpa ada biaya tambahan lain.
"Yang justru menjadi fokus adalah kesehatan CJH," ungkapnya.

Mulyono menyampaikan, CJH harus memperhatikan kondisi tubuh mereka. Pasalnya, mayoritas CJH asal Bumi Binangun masuk kategori resiko tinggi. Penyebabnya bukan karena usia saja, melainkan riwayat penyakit yang dapat kambuh sewaktu waktu.

Sebenarnya, kementerian haji telah menyediakan pendamping untuk setiap kloternya. Tak hanya pendamping dokter tetapi juga layanan. Akan tetapi, CJH tetap harus mempertimbangkan kondisi tubuh masing-masing. Secara regulasi, CJH diperbolehkan membawa obat-obatan pribadi. Sehingga, saat beribadah CJH tetap boleh mengonsumsi obat.

Baca Juga: Lagi-Lagi Kena Comeback, PSIM Jogja Tumbang 1-2 di Kandang Bhayangkara FC

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan mental. CJH diminta tak memaksakan untuk berkegiatan nonrukun haji. Lantaran, kegiatan yang terlalu dipaksakan dapat mempengaruhi tubuh terutama dampak dari cuaca di Arab Saudi. "Yang sering salat berjamaah harus melihat situasi kondisi," ungkapnya.

Agung menceritakan, kebanyakan CJH asal Indonesia memiliki niat besar untuk salat berjamah di Masjidil Haram, walau bukan menjadi rukun haji. Ia menyampaikan agar CJH tak memaksakan diri. Lantaran, jarak hotel dengan Kakbah bervariasi dan tak mudah ditempuh dengan jalan kaki. Alhasil, CJH justru kehabisan energi sebelum pelaksanaan rukun haji. (gas/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#kementerian haji dan umrah #Konflik Timur Tengah #Kulon Progo #harga avtur naik #cjh