KULON PROGO - Bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) mulai disalurkan di Bumi Binangun. Salah satunya, di Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates. Warga penerima bantuan lantas menggeruduk balai kalurahan untuk mendapat penyaluran bantuan.
Kordinator Penyaluran Bulog Muhammad Jafar menyampaikan, bantuan pangan bersumber dari APBN yang dikelola oleh Bapanas dan disalurkan oleh Bulog. Bantuan pangan menyasar masyarakat kurang mampu, dengan target puluhan ribu penerima di Kulon Progo.
"Penyalurannya bertahap, hari ini khusus Kapanewon Wates, termasuk Kalurahan Giripeni," ucap Jafar saat ditemui Radar Jogja Selasa (14/4).
Baca Juga: Dirtek PSS Sleman Pieter Huistra Jawab Kenapa Selalu Pasang M. Kanu dan Saiful Djoge dalam Pertandingan
Jafar menyampaikan, data dari pihaknya menunjukkan 1.214 penerima bantuan yang merupakan warga Kalurahan Giripeni. Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. Ia berharap agar masyarakat memanfaatkan bantuan tersebut.
Senada dengan Jafar, Lurah Giripeni Iswanto Adi menjelaskan, bantuan pangan kali ini lebih meningkat dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, tahun lalu hanya 600-an penerima. Kenaikan jumlah penerima ini, menyebabkan Balai Kalurahan diserbu masyarakat. Bahkan timbul antrian mengular saat pendaftaran dan verifikasi.
"Sudah ada undangan, tapi warga antusias jadi malah antre sejak pagi," ungkapnya.
Baca Juga: Waspada Ancaman El Nino, Ribuan Tangki Air Bersih Disiapkan: Upaya Antisipasi Potensi Kekeringan Panjang di DIY
Adi mengaku antusias warga menerima bantuan tergolong tinggi. Mengingat harga kebutuhan pokok saat ini mengalami kenaikan. Untuk mengatasi antusias yang membludak, kalurahan menyediakan personel pengamanan. Termasuk menyediakan jalur khusus disabilitas.
Sementara itu, penerima bantuan Lasiyem mengaku bersyukur dengan bantuan yang diterimanya. Pasalnya, harga minyak goreng di pasaran mencapai Rp 16 ribu dan beras Rp 15 ribu. Jika ditotal dengan jumlah bantuan, nilainya mencapai Rp 364 ribu. "Kalau beli sendiri mahal, jadi bersyukur ada bantuan," ungkapnya.
Perempuan yang bekerja sebagai buruh tani ini baru kedua kalinya mendapatkan bantuan. Ia berharap, bantuan dapat diterimanya kembali. Mengingat ia tak memiliki penghasilan tetap. (gas)