Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Tiket Pesawat Naik, YIA Masih Dipadati Penumpang

Anom Bagaskoro • Minggu, 12 April 2026 | 16:38 WIB
RAMAI: Penumpang YIA memadati area keberangkatan sebelum terbang ke tujuan - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
RAMAI: Penumpang YIA memadati area keberangkatan sebelum terbang ke tujuan - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA

 KULON PROGO - Kenaikan harga tiket pesawat mulai terlihat semenjak pemerintah mengeluarkan regulasi kenaikan 9-13 persen tiket sebagai batasan. Kendati mengalami kenaikan, Yogyakarta International Airport (YIA) tetap melayani belasan ribu penumpang,

General Manager YIA Muhammad Thamrin menjelaskan, pergerakan penumpang masih terpantau ramai tanpa ada indikasi penurunan. Padahal kenaikan harga tiket mulai terlihat dari beberapa maskapai. Kondisi itu juga berpotensi membuat jumlah penumpang mengalami penurunan.

"Sampai saat ini, tidak ada penurunan signifikan," ucap Thamrin, Minggu (12/4).

Thamrin menjelaskan, penumpang masih memadati di terminal keberangkatan dan kedatangan. Saat ini, tercatat 13 ribu penumpang memadati YIA sama seerti sebelum kenaikan tiket. Pergerakan pesawat juga masih sama dengan 89-96 penerbangan setiap harinya.

Masih ramainya penumpang YIA di tengah kenaikan harga avtur disebut sebagai kepercayaan masyarakat menggunakan moda transportasi udara. Harga avtur yang naik akibat konflik timur tengah memang mempengaruhi harga tiket. Mengingat avtur merupakan bahan bakar utama untuk mesin pesawat.

Baca Juga: Embarkasi Haji Berbasis Hotel Siap, YIA Pastikan Penerbangan Haji 2026 Dilakukan Secara Langsung ke Jeddah Atau Madinah

Namun, pemerintah pusat telah menerbitkan kebijakan yang tepat sasaran. Maskapai diperbolehkan menaikkan harga tiket dengan koridor atau ambang batas yang telah ditentukan. Kenaikan berkisar sembilan hingga 13 persen. Tujuannya, agar kenaikan harga terkontrol dan tak membebani masyarakat.

"Kami menyikapi ini, dengan tetap berkordinasi," ungkapnya.

Thamrin menjelaskan, kenaikan harga memang memukul industri aviasi. Pihaknya menyikapi kenaikan harga dengan menjalin komunikasi antar stakeholder. Baik pemerintah, maskapai, hingga sektor pariwisata. Pihaknya turut menjamin, kenaikan harga tiket akan diimbangi dengan pelayanan optimal.

Pantauan Radar Jogja melalui aplikasi pemesanan tiket, kenaikan harga tiket berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu tergantung tujuan. Kenaikan harga ini ditanggapi kelesuan di sektor pariwisata. Ketua PHRI Kulon Progo Sumantoyo pesimis dengan kondisi sektor pariwisata yang digoncang naiknya harga tiket pesawat

"Hanya bisa pasrah, terpaksa harus melakukan efisiensi operasional," ungkapnya.

Tak hanya pemerintah saja, sektor pariwisata akan menggelar efisiensi operasional. Caranya dengan pengurangan tagihan listrik hingga PHK karyawan. Lantaran, kenaikan harga tiket berpotensi menurunkan okupansi. (gas)

Editor : Bahana.
#YIA dipadati penumpang #kenaikan tiket pesawat