KULON PROGO - Gugurnya Praka Farizal atau Kopda Anm Farizal Rhomadhon tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga yang ditinggalkan.
Warga Bumi Binangun turut mengenang dan berdoa untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Minggu (5/4).
Pantauan Radar Jogja di rumah duka, warga Kalurahan Sidorejo telah memadati rumah duka sejak pukul 06.30 WIB.
Mereka rela menghabiskan waktu menunggu keberangkatan jenazah dari rumah duka ke TMP Giripeni.
Saat sesi pelepasan jenazah yang digelar secara militer, doa dari masyarakat dilantunkan mengawal keberangkatan.
Baca Juga: Peluk Dan Cium Foto Praka Farizal, Istri Tak Kuat Menahan Duka Saat Prosesi Pemakaman
Jenazah yang dikawal dengan patwal itu, diikuti warga sekitar yang mengantarkan hingga TMP.
Sesampai di TMP, sudah banyak warga yang tumpah ruah menunggu kedatangan jenzah. Dari balik pagar setinggi 160 cm, mereka mengintip dan menyaksikan prosesi pemakaman.
Saat penghormatan ke jenazah, warga turut serta memberikan penghormatan tangan dengan badan tegap sempurna. Doa pun juga dipanjatkan saat prosesi doa ke jenazah.
Salah satu warga sekitar Ramiyem menjelaskan, masyarakat antusias menyaksikan prosesi pemakaman jenazah Praka Farizal.
Warga yang berjualan di depan TMP Giripeni itu, mengaku baru kali ini melihat peristiwa semacam itu. Lantaran, beberapa kali prosesi pemakaman dilakukan hanya ratusan orang yang hadir, itupun peserta upacara.
"Banyak dari warga yang datang, sebelum-sebelumnya tidak seperti ini," ungkapnya.
Walau tak bisa melihat langsung prosesi pemakaman karena terhalang pagar, banyak warga yang menunggu momen pemakaman.
Ia turut prihatin atas kejadian yang menimpa prajurit TNI itu, dan mendoakan agar amal ibadah Praka Farizal diterima Tuhan.
Hal serupa juga diungkapkan, Tukang Gali Kubur Burhan bersama kelima rekan-rekannya. Persiapan pemakaman dilakukan sejak tiga hari lalu.
Baca Juga: Rombongan Remaja Bawa Sajam di JJLS Dikejar Warga, Dua Orang Berhasil Diamankan
Bahkan beberapa kali, mengikuti gladhi resik upacara pemakaman. Mereka ditugaskan menggali, dan menutup liang lahat.
Menurutnya, berulangkali mengikuti prosesi pemakaman baru kali ini melihat antusias masyarakat yang cukup besar.
Ia menduga masyarakat juga ingin memberikan penghormatan ke sosok Praka Farizal yang gugur dalam misi perdamaian. (gas)
Editor : Bahana.