Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pusat Bangun 34 Jembatan Garuda di Kulon Progo, Anggaran Per Jembatan Capai Rp 100 Juta hingga Rp 400 Juta

Anom Bagaskoro • Jumat, 3 April 2026 | 15:20 WIB
ANTUSIAS: Gotong royong peletakan batu pertama Jembatan Garuda di Kulon Progo. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
ANTUSIAS: Gotong royong peletakan batu pertama Jembatan Garuda di Kulon Progo. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 

 

KULON PROGO - Program Jembatan Garuda segera terlaksana di Bumi Binangun.

Program Pusat yang dijalankan TNI ini menyasar puluhan titik.

Dandim 0731 Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma menyampaikan, program pembangunan jembatan inisiasi presiden, untuk menciptakan konektivitas wilayah dan masyarakat.

Baca Juga: Menjelajahi Wisata Lereng Merapi Yogyakarta, Rekomendasi Tempat Ngadem dan Healing

Anggarannya, lanjut dia,  berasal dari pemerintah pusat.

Nilainya mulai dari Rp 100 juta hingga Rp 400 juta, menyesuaikan jenis jembatan yang hendak dibangun.

"Di Kulon Progo ada 34 titik yang nantinya dibangun bertahap selama setahun," ucap Letkol Inf Dyan, Jumat (3/4/2026).

Dari total titik itu, pembangunanJembatan Garuda Jatisarono, Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan, sudah berlangsung.

Jembatan ini didesain menggunakan tipe jembatan gantung dengan pondasi cakar ayam.

Jembatan di desain agar dapat digunakan sepeda motor.

Dengan panjang jembatan 25 meter dan lebarnya 1,25 meter.

Baca Juga: Link Live Streaming BRI Super League Arema FC vs Malut United Jumat 3 April 2026

 

Selama setahun ke depan, Kodim 0731 Kulon Progo akan mengawal jalannya aktivitas pembangunan.

Setiap pembangunan jembatan garuda ditargetkan memakan waktu satu hingga tiga bulan.

Meski demikian lama pengerjaan berdasarkan tipe jembatan yang hendak dibangun.

Apakah menggunakan beton, atau tipikal jembatan gantung.

"Kami sebelumnya telah melakukan survei dan inventarisasi kebutuhan masyarakat," ungkapnya.

Survei dilakukan kodim di seluruh titik, serta bermusyawarh dengan pemkab, kalurahan, dan masyarakat. 

Agar pembangunan jembatan sesuai dan tepat sasaran.

Baca Juga: Dehidrasi Parah, James Rodriguez Dirawat di Rumah Sakit Setelah Pertandingan Bersama Kolombia

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari tokoh masyarakat. 

Lurah Jatisarono Arif Budi Santoso menilai pembangunan jembatan di wilayahnya sangat membantu kebutuhan akses masyarakat.

Sebab, hadirnya jembatan garuda di wilayahnya dapat menjadi akses antar dua padukuhan.

Yakni, Padukuhan Jatingarang Lor dan Bejaten. 

Pembangunan jembatan juga meringankan beban Pemerintah Kalurahan.

Arif menyampaikan, perencanaan pembangunan di wilayahnya sebelumnya pernah dibahas sejak 2015.

Namun karena kendala finansial kalurahan, pembangunan tak segera terealisasi.

Baca Juga: Terseret Arus hingga 100 Meter, Wisatawan Nyaris Tenggelam di Pantai Ngrumput

"Hampir dibangun tahun 2022 lalu, tapi ada pandemi covid," ungkapnya.

Pembangunan jembatan garuda di Jatisarono disambut antusias warganya.

Karena akses perjalanan warga menjadi lancar.

Sebab, selama ini masyarakat harus memutar sejauh 1,5 kilometer untuk menuju padukuhan tetangga.

Di samping itu, jembatan juga menjadi akses ketahanan pangan.

Jembatan di atas sungai selebar 10 meter dan ketinggian 1 meter itu, nantinya akan menjadi sarpras mempermudah kegiatan pertanian. (gas)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#jembatan garuda #ANGGARAN PER JEMBATAN #TNI #Program Pusat #Prabowo Subianto