KULON PROGO - Gugurnya Praka Farizal Rhomadhon usai mendapat serangan artileri Israel meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Praka Farizal sendirti rutin berkomunikasi dengan keluarga dan dijadwalkan pulang ke Tanah Air, Mei 2026 nanti.
Supinah, ibunda Praka Farizal mengenang sosok anak laki-lakinya itu sebagai anaknya yang baik. Bahkan saat mengabdi di luar Pulau Jawa, Farizal rutin memberikan kabar ke keluaraganya di Kulon Progo.
"Anaknya baik, hampir setiap hari telepon dengan keluarga dan anak," ucap Supinah, saat ditemui awak media, Selasa (31/3).
Supinah menyampaikan, Farizal mulai bertugas di Lebanon sejak April 2025 lalu. Seperti rutinitas biasanya, Farizal tak lupa memberikan kabar ke keluarga di Kulon Progo atau Aceh. Komunikasi itu dilakukan melalui sambungan telepon atau videocall. Tak jarang komunikasinya dengan keluarga hampir berjam-jam.
Namun, beberapa bulan ini komunikasi dengan Farizal mengalami kesulitan. Lantaran eskalasi konflik di Lebanon semakin meningkat. Beberapa kali kesempatan, Farizal bercerita harus mencari tempat aman karena serangan dari berbagai pihak masuk ke area sekitarnya.
"Akhir-akhir ini agak darurat, setiap ada sirine harus masuk bunker," ujarnya.
Supinah menyampaikan, April ini nanti masa tugas anakanya menginjak satu tahun. Setelah satu tahun mengabdi, Praka Farizal bakal kembali ke tanah air.
Menurut cerita anaknya, Farizal telah memesan tiket ke tanah air di bulan Mei. Namun, rencana itu gagal usai insiden pecahan artileri mengenai Farizal.
Hingga kini keluarga di Kulon Progo masih menunggu kabar kepulangan jenazah Praka Farizal. Namun di hari kedua pasca kabar gugurnya Praka Farizal, keluarga belum mendapat kepastian kepulangan.
Sosok Praka Farizal juga disoroti Dukuh Ledok Wakidi. Menurutnya, Farizal merupakan pemuda yang aktif di masyarakat. Bahkan setelah bertugas di luar daerah, dirinya sering memberikan donasi di kegiatan masyarakat. "Orangnya baik, dari kecil tidak nakal," ungkapnya. (gas/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita