KULON PROGO - Kepergian Praka Farizal Rhomadhon, personel TNI gugur di Lebanon saat bertugas, tentu mengejutkan keluarganya.
Personel TNI itu gugur usai mendapat serangan artileri Israel di Lebanon Selatan.
Kematiannya, meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya.
Di mata keluarganya, Praka Farizal Rhomadhon dikenal dengan sosok yang hangat.
Meski terpaut jarak ribuan kilometer, namun Praka Farizal tak lalai dalam memberikan kabar.
Ia rutin berkomunikasi dengan keluarganya.
Baca Juga: Hidup Sehat! Pentingnya Konsumsi Buah Tinggi Serat
Supinah ibu dari Praka Farizal mengenang sosok anak laki-lakinya itu.
Di depan awak media, ia bercerita bahwa mendiang memiliki pribadi yang baik.
Saat mengabdi di luar Pulau Jawa, Praka Farizal rutin memberikan kabar ke keluaraganya di Kulon Progo.
"Anaknya baik, hampir setiap hari telepon dengan keluarga dan anak," ucap Supinah, saat ditemui awak media, Selasa (31/3/2026).
Supinah menyampaikan, Praka Farizal, anak bungsunya itu mulai bertugas di Lebanon sejak April 2025 lalu.
Seperti rutinitas biasanya, Praka Farizal tak lupa memberikan kabar ke keluarga di Kulon Progo ataupun Aceh.
Komunikasi itu, dilakukan melalui sambungan telepon atau videocall.
Komunikasinya lancar bahkan jika menelepon dengan keluarga bisa berjam-jam.
Anak kedua dari dua bersaudara itu, dijadwalkan pulang ke Tanah Air Mei 2026 nanti.
Saat menceritakan itu, raut muka Supinah tampak sedih.
Ia kembali menceritakan, bahwa sebelum kepergian anaknya, beberapa bulan terakhir komunikasi dengan Praka Farizal mengalami kesulitan.
Lantaran, eskalasi konflik di Lebanon semakin meningkat.
Beberapa kali kesempatan, Praka Farizal menceritakan suasana di sana.
Ia harus mencari tempat aman karena serangan dari berbagai pihak masuk ke area sekitarnya, di Lebanon Selatan.
"Akhir-akhir ini agak darurat, setiap ada sirine harus masuk bunker," ujarnya.
Kondisinya tampak mencekam.
Supinah menyampaikan, April nanti masa tugas anakanya menginjak satu tahun.
Setelah satu tahun mengabdi, Praka Farizal bakal kembali ke tanah air.
Menurut cerita anaknya, Farizal telah memesan tiket ke tanah air di bulan Mei.
Namun, rencana itu gagal usai insiden pecahan artileri mengenai Praka Farizal.
Hingga kini keluarga di Kulon Progo masih menunggu kabar kepulangan jenazah Praka Farizal.
Namun, di hari kedua pasca kabar gugurnya Praka Farizal keluarga belum mendapat kepastian kepulangan.
Sosok Praka Farizal juga disoroti Dukuh Ledok Wakidi.
Menurutnya, Praka Faruzal merupakan pemuda yang aktif di masyarakat.
Bahkan setelah bertugas di luar daerah, dirinya sering berkonstribusi dengan memberikan donasi untuk kegiatan masyarakat.
"Orangnya baik, dari kecil tidak nakal," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva