Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

20 Persen Peningkatan Sampah Saat Lebaran, DLH Kulon Progo Canangkan Gerakan Mudik Minim Sampah

Anom Bagaskoro • Selasa, 17 Maret 2026 | 14:24 WIB

 PEMILAHAN: Petugas TPA Banyuroto membedakan jenis sampah organik dan anorganik. 
PEMILAHAN: Petugas TPA Banyuroto membedakan jenis sampah organik dan anorganik. 

KULON PROGO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo mencanangkan Gerakan Mudik Minim Sampah.

Lantaran, data saat mudik Lebaran terjadi peningkatan timbulan sampah dari hulu hingga hilir.

Kepala DLH Kulon Progo Heru Duana menyampaikan, gerakan mudik minim sampah didasari Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2026.

Surat edaran itu, mengimbau kepada pemudik untuk meminimalisir timbulan sampah.

Penerapannya dengan mengurangi timbulan sampah dari hantaran, zakat, hingga sholat Idul Fitri minim sampah.

"Sesuai surat edaran menteri untuk meminimalisir timbulan sampah," ucap Duana, Selasa (17/3/2026).

Duana menyampaikan, konsep gerakan minim sampah merupakan upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan selama periode mudik Lebaran.

Dalam hal ini, masyarakat ikut berperan dalam menyukseskan gerakan.

Beberapa langkah sederhana dianggap dapat menyukseskan program ini.

Di antaranya, membawa botol atau tempat makanan sendiri, mengurangi sampah plastik, hingga memilah sampah sebelum di buang.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Persampahan dan Pertamanan Ade Wahyudiyanto menyampaikan, masyarakat memegang peran kunci kesusksesan gerakan tersebut.

Momen kebersamaan di kampung halaman sebenarnya juga dapat dimaknai sebagai momen pelestarian lingkungan dengan mengurangi sampah sejak di rumah.

"Timbulan sampah saat periode mudik biasanya mengalami peningkatan sebesar 20 persen," ucap Ade.

Ade menjelaskan, pola konsumsi masyarkat saat lebaran memberikan dampak negatif pada lingkungan.

Mengingat konsumsi masyarakat berhubungan dengan produksi sampah.

Khususnya sampah anorganik seperti plastik yang paling banyak digunakan masyarakat.

Merujuk data timbulan sampah di TPA Banyuroto dua tahun terakhir, selama periode mudik Lebaran kenaikan timbulan sampah mencapai 10 ton per hari.

Padahal di hari biasanya hanya berkisar 30 ton per hari.

Kenaikan ini bersumber dari sampah rumah tangga.

Selain mengajak partisipasi masyarakat, DLH Kulon Progo melakukan pemantuan di 38 lokasi.

Lokasi tersebut merupakan titik keramaian dengan potensi timbulan sampah besar.

Mulai dari stasiun, SPBU, Terminal, hingga pasa akan dipantau untuk mencegah lonjakan sampah. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#DLH Kulon Progo #Kulon Progo #Sampah #DLH #Peningkatan Sampah Saat Lebaran #Gerakan Mudik Minim Sampah #mudik lebaran