Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Manasik Haji Kolosal, Calon Jamaah Haji 2026 Diminta Fokuskan Ibadah Jauhi Medsos

Bahana. • Minggu, 8 Februari 2026 | 14:33 WIB

LATIHAN: Calon Jamaah Haji DIJ menjalani manasik di skema lempar jumroh.
LATIHAN: Calon Jamaah Haji DIJ menjalani manasik di skema lempar jumroh.
KULON PROGO - Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Aisyiyah DIY menggelar manasik haji secara kolosol, Minggu (8/2). Praktek manasik menegaskan jamaah untuk fokus ibadah dan menjauhi media sosial.

Ketua BPH KBIHU Aisyiyah Suwandi menjelaskan, manasik haji merupakan kegiatan puncak dari latihan jamaah haji.

Di KBIHU terdapat 52 pelatihan yang telah dijalani jamaah haji selama setahun lebih. Manasik sengaja digelar untuk mempersiapkan jamaah haji 2026.

"Total jamaah haji yang ikut 1.580 orang, mensimulasikan perjalanan haji Arafah, Muzdhalifah, Mina atau Armuzna," ucap Suwandi, saat ditemui Radar Jogja, Minggu (8/2).

Suwandi menjelaskan, jamaah haji berasal dari empat kabupaten dan satu kota di DIY. Berbeda dari tahun sebelumnya, manasik haji dilakukan secara kolosal. Maksudnya, manasik dibuat semirip mungkin dengan ibdah haji di tanah suci.

Manasik awalnya dimulai di Taman Budaya Kulon Progo dengan fokus wukuf. Dilanjut dengan lempar Jamarat di Mina. Ditutup dengan tawaf dan Sai di Alun-alun Wates. Ribuan calon jamaah haji diajak membayangkan miniatur peribadahan di tanah suci.

Untuk mendukung hal itu, suasana berkerumun hingga berdesakan sengaja dibuat. Tujuannya, melatih fisik dan mental jamaah.

"Dibuat berdesakan, agar jamaah siap dengan kondisi ibadah nanti, sekaligus memunculkan rasa saling tolong menolong," ungkapnya.

Selain fokus ke latihan dan persiapan, jamaah diajak mementingkan ibadah secara keseluruhan. Selama manasik, calhaj diingatkan untuk tidak ketergantunggan dengan gawai. Utamanya saat beribadah, gawai tak boleh digunakan untuk bermedia sosial.

Lantaran, media sosial sering dimanfaatkan untuk posting kegiatan ibadah yang berujung riya. Padalah gawai merupakan teknologi komunikasi. Dampaknya, calhaj akan terganggu konsentrasinya.

Sementara itu, Calon Jamaah Haji asal Sleman Hengky Herwanto menjelaskan kali pertama mengikuti manasik untuk persiapan haji 2026. Menurutnya, manasik memberikan gambar realistis ibadah haji yang akan dijalani nanti.

"Antre berdesakan, setidaknya memberikan gambaran untuk siap ibadah," ungkapnya.

Hengky menjelaskan, selama ibadah di tanah suci akan banyak ujian. Cuaca hingga keramaian harus dihadapi dengan keyakinan diri untuk beribadah. Sehingga, dirinya harus mempersiapkan fisik dan mental. (gas)

Editor : Bahana.
#Kulon Progo #manasik haji