Sebanyak 50 persen anggaran dipangkas. Pemangkasan itu membuat perbaikan sekolah hanya menjangkau kerusakan berat.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana PAUD, Pendidikan Non Formal, SD dan SMP Disdikpora Kulon Progo Wuriandreza Gigih Muktitama menjelaskan, plot anggaran perbaikan sekolah menurun drastis. Apabila dibandingkan tahun 2025, perbaikan tahun ini hanya separuhnya.
"Turun signifikan, tahun ini nilainya Rp 11 miliar, sedangkan 2025 Rp 21 miliar," ucap Gigih, Minggu (1/2).
Gigih mengungkapkan, penurunan plot anggaran perbaikan sekolah merupakan kebijakan pemkab. Pihaknya tak tahu menahu perihal pembagian anggaran.
Akan tetapi, penurunan plot anggaran ini juga terjadi di program-program lain milik pemkab.
Lantaran, terdapat efisiensi anggaran yang bersumber dari penurunan pendapatan daerah dari transfer keuangan daerah.
Kendati mengalami penurunan, program perbaikan sekolah tetap berlanjut.
Tahun ini, terdapat 18 sekolah dari PAUD hingga SMP mendapat program perbaikan. Termasuk di dalamnya satu sekolah swasta ikut mendapat perbaikan.
"Ada satu sekolah swasta setingkat SMP yang juga mendapat perbaikan," ucapnya.
Gigih menjelaskan, saat ini program perbaikan sekolah mencapai tahap perencanaan.
Di tahap ini, sekolah akan dinilai kerusakan utamanya. Lantaran, setiap sekolah memiliki kasus kerusakan yang berbeda-beda.
Namun, dapat dipastikan 18 sekolah target memang membutuhkan perbaikan.
Pasalnya, seluruh sekolah telah berumur puluhan tahun. Selain itu, frekuensi perawatan rutin sekolah juga jarang terjadi di tahun sebelumnya.
Gambarannya, kerusakan sekolah meliputi kerusakan bagian atap, lantai, hingga kekurangan sarpras pendukung. Seperti toilet, hingga ruang kelas.
Pihaknya memastikan, perbaikan sekolah dapat dimulai bulan Juli nanti. Apabila, masih didapati kerusakan yang belum masuk dalam perbaikan, sekolah dapat mengusulkan perbaikan kembali. Mengingat adanya keterbatasan anggaran.
Sebelumnya, Kepala Sekolah SDN Hargotirto Mia Martyaningrum menjelaskan, kerusakan sekolahnya, mulai dari tembok retak hingga plafond ambrol.
Kerusakan itu, diakibatkan oleh umur bangunan yang mendapat terakhir kali perbaikan tahun 2000-an lalu.
"Kami telah mengusulkan program perbaikan, harapannya dapat terealisasi," ungkapnya. (gas)
Editor : Bahana.