Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kisah Ariendra Ralea Siswa SDN Gembongan Kulon Progo yang Sekolah Sambil Merawat Adiknya, Duduk Temani Sang Kakak Mengikuti KBM hingga Selesai

Anom Bagaskoro • Rabu, 28 Januari 2026 | 10:56 WIB
Ariendra Ralea (9) dan adiknya, Reyfan Elcaraka (3).
Ariendra Ralea (9) dan adiknya, Reyfan Elcaraka (3).

KULON PROGO - Himpitan sosial serta kondisi keluarga membuat bocah perempuan bernama Ariendra Ralea (9) warga Kulon Progo, DIY, rela menghabiskan waktu, bersekolah sambil merawat adiknya.

Lantaran, orangtuanya menjalani perawatan kemoterapi. 

Saban hari, Ariendra Ralea bocah yang belum genap sepuluh tahun mengawali harinya di sebuah rumah kontrakan, di Padukuhan Mentobayan, Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo.

Dirinya tinggal bersama ibu, dan kedua adiknya yang masih berumur di bawah lima tahun.

Rutinitasnya sebagai anak dan siswa tentu tak lepas dari bersekolah.

Hari itu diawali dengan mempersiapkan seluruh perlengkapan sekolah termasuk transportasi sepeda kecil berwarna merah muda.

Bersama Reyfan Elcaraka (3), dirinya berangkat sekolah dengan memboncengkan adiknya.

"Boncengan naik sepeda sama adik, lalu diantarkan orangtua teman menggunakan sepeda motor," ucap Ralea, saat ditemui awak media di SDN Gembongan, Rabu (28/1/2026).

Sesampai di SDN Gembongan, Ralea mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti siswa lainnya.

Namun, ada yang berbeda dari mayoritas siswa pada umumnya.

Selama kelas berlangsung, ia ditemani sang adik yang duduk tenang dan sabar menunggu kegiatan belajar mengajar (KBM).

Dari pantauan Radar Jogja, di balik dinding tembok sosok Ralea dan adiknya fokus mengikuti KBM.

Hal itu, telah terjadi selama enam bulan terakhir.

Kisah Ralea bersekolah sambil merawat adiknya, berawal dari penyakit kanker payudara yang diidap ibunya, Rubiyanti, 36.

Perempuan single parent, berjuang merawat tiga anaknya, mengalami masalah kesehatan yang memaksa untuk menjalani perawatan.

"Ibu kemoterapi karena kanker, jadi adik pertama saya bawa ke sekolah," ungkapnya.

PENUH PERJUANGAN: Ralea dan adiknya berjalan beriringan menuju kelas.
PENUH PERJUANGAN: Ralea dan adiknya berjalan beriringan menuju kelas.

Sekitar enam bulan lalu, ibunya menjalani perawatan kemoterapi.

Setiap minggu, perlu perawatan dua kali di RSPAU Hardjolukito.

Selama itu pula, ibunya perlu menjalani perawatan dan tetap menjaga anak ketiganya.

Sedangkan, Ralea membawa adik pertamanya ke sekolah.

Kondisi itu terus berlanjut hingga awal tahun 2026 ini, pemeriksaan kemoterapi hampir dilakukan setiap hari.

Otomatis setiap hari pula, Ralea perlu merawat adik pertamanya sambil bersekolah.

Bukannya menjadi kendala, Ralea bersikap tenang dan melakoni kondisi itu setiap hari.

"Ya tidak masalah, tetap belajar, adik juga tidak mengganggu," ungkapnya.

Baca Juga: Pertemanan di Usia 20-an: Mengapa Lingkaran Kita Makin Mengecil?

Hal serupa juga diungkapkan, Kepala Sekolah SDN Gembongan Pri Hastuti Komarul.

Hastuti menjelaskan, kondisi Ralea selama enam bulan terakhir yang melewati KBM sambil merawat adiknya.

Berawal pada tahun 2025 lalu, ibu Ralea mendatangi sekolah.

Tujuannya untuk meminta izin, agar anaknya dapat bersekolah sambil merawat satu adiknya.

Untuk mendukung agar anak dapat memperoleh hak belajar, sekolah pun memberikan izin.

Mulai dari situ, setiap harinya Ralea membawa adiknya ke sekolah.

Sempat beberapa siswa menanyakan terkait kondisi itu.

Namun, sekolah menjadikan kondisi itu sebagai contohnya kepedulian sesama.

"Orangtua datang ke sekolah meminta ijin, hal yang bisa kami bantu tentu memberikan ijin," ungkapnya.

KETELADANAN: Ralea dan adiknya saat berada di ruangan kelas.
KETELADANAN: Ralea dan adiknya saat berada di ruangan kelas.

Hastuti mengungkapkan, walau KBM sambil merawat adik, kegiatan belajar tetap normal.

Pasalnya, adik Ralea mengikut KBM selayaknya murid yang bersekolah di sana.

Terkadang saat bosan, adiknya keluar kelas untuk bermain sendiri.

Di samping itu, sosok Ralea terkenal sebagai siswa yang cerdas.

Bahkan nilai akademiknya, mengungguli teman-teman sejawatnya.

Memiliki hobi membaca dan menulis, guru SDN Gembongan sempat tertarik membaca tulisan Ralea yang menggambarkan cita-cita.

Ralea bocah perempuan memiliki cita-cita dokter dan hendak membangun rumah sakit.

Tujuan mulia ini, berawal dari pengalaman ibunya yang menjalani perawatan akibat kondisi kesehatan yang menurun.

Selama ini, pihak sekolah rutin menberikan bantuan berupa sarpras penunjang belajar.

Selain itu, Ralea mendapatkan beragam bantuan.

Terakhir kali, Ralea mendapat tali asih dari Disdikpora Kulon Progo. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Mentobayan #KBM #Disdikpora Kulon Progo #Kulon Progo #Siswa SDN Gembongan #Sekolah Sambil Merawat Adik #Ariendra Ralea #Kalurahan Salamrejo #sentolo #kisah #SDN Gembongan