Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jalan Rusak Bertahun-tahun, Warga Kulon Progo Geram Pasang Spanduk Protes Hingga Sindiran "Pajak Telat Didendo, Dalan Rusak Dijarno"

Anom Bagaskoro • Kamis, 22 Januari 2026 | 17:53 WIB


BUTUH PERBAIKAN: Jalan alternatif penghubung Kapanewon Nanggulan, Sentolo, dan Pengasih yang banyak berlubang hingga warga pasang spanduk protes.
BUTUH PERBAIKAN: Jalan alternatif penghubung Kapanewon Nanggulan, Sentolo, dan Pengasih yang banyak berlubang hingga warga pasang spanduk protes.

 

KULON PROGO - Protes warga jalan rusak tak kunjung mendapat perbaikan terus menggema di Bumi Binangun.

Kali ini di jalan kabupaten, jalan alternatif penghubung kapanewon, yakni Kapanewon Nanggulan, Sentolo, dan Pengasih.

Tepatnya di Jalan Mudal-Wareng, Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo.

Dari pantauan Radar Jogja, berbagai spanduk protes hingga sindiran terpasang di pinggir jalan.

Mulai dari spanduk bertuliskan; anda memasuki jalan berlubang hingga kalimat sindiran; pajak telat didendo, dalan rusak dijarno dan lainnya.

Lurah Donomulyo Sukijan menjelaskan, spanduk protes dan sindiran dipasang warga sekitar yang hendak mengeluarkan aspirasinya.

"Dipasangnya belum lama ini, belum ada sebulan, karena memang aspirasi masyarakat seperti itu," ucap Sukijan, saat ditemui Radar Jogja di Balai Kalurahan Donomulyo, Kamis (22/1/2026).

Sukijan menjelaskan, kerusakan jalan terjadi sejak lama dan tak kunjung mendapat perbaikan.

Lantaran, infrastruktur berstatus jalan kabupaten maka kewenangan jalan dilakukan Pemerintah Kabupaten.

Jalan tersebut merupakan jalan alternatif yang saban harinya, ratusan kendaraan lalu lalang di jalan tersebut.

Terutama anak sekolah yang hendak berangkat ataupun pulang sekolah.

Selain itu, akses jalan merupakan infrastruktur pendukung ketahanan pangan karena melewati lahan persawahan.

Kerusakan jalan dapat dilihat di beberapa titik tanjakan serta belokan.

Aspal pelapisan jalan telah bolong termakan usia. Bahkan di beberapa titik jalan tak lagi rata akibat tanah terlalu labil.

"Itu aspirasi masyarakat jadi kami menghargai, tentunya pengsuulan perbaikan juga telah kami tindaklanjuti," ungkapnya.

BUTUH PERBAIKAN: Jalan alternatif penghubung Kapanewon Nanggulan, Sentolo, dan Pengasih yang banyak berlubang hingga warga pasang spanduk protes.
BUTUH PERBAIKAN: Jalan alternatif penghubung Kapanewon Nanggulan, Sentolo, dan Pengasih yang banyak berlubang hingga warga pasang spanduk protes.

Kaitannya dengan spanduk protes tersebut, pihaknya tak bisa berbuat banyak.

Spanduk dipasang masyarakat sebagai bentuk kekecewaan sekaligus alarm, bahwa suara mereka ingin didengar.

Pihaknya hanya bisa memastikan pengusulan perbaikan dapat dijalankan.

Upaya pengusulan perbaikan sebenarnya telah mendapat realisasi perbaikan.

Sayangnya, perbaikan hanya dilakukan di bagian ujung sisi selatan dan utara Jalan Mudal Wareng.

Sedangkan, bagian tengah sekitar 700 meter ditinggalkan.

"Sengaja yang diperbaiki ujungnya dulu karena anggaran terbatas," ungkapnya.

Sukijan mengaku, usulan terbatas anggaran.

Sehingga, perbaikan dilakukan di bagian ujung ruas jalan.

Tujuannya, agar jalan terihat mulus dari depan.

Namun saat dilalui oleh pejabat atau orang berwewenang dapat merasakan kerusakan jalan di tengah ruas jalan.

Pihaknya menyampaikan, tahun ini perbaikan jalan akan kembali dilakukan oleh DPUPKP Kulon Progo.

Pasalnya, tim survey serta kontraktor telah meninjau lokasi kerusakam jalan.

Pantauan Radar Jogja di Jalan Mudal-Wereng keruskaan berupa mengelupasnya aspal hingga jalan berlubang terlihat jelas.

Lubang jalan juga berubah menjadi genangan air.

Sedangkan sisi jalan telah dipasangi banner berisikan spanduk protes serta sindiran.

Salah satunya, Anda Memasuki Jalan Berlubang.

Belasan spanduk protes berukuran besar hingga kecil dapat ditemui sepanjang jalan rusak. (gas)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kulon Progo #jalan rusak #warga geram #Spanduk protes #Pajak