KULON PROGO - Pemerintah Kapanewon Galur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah warung yang kerap dijadikan siswa tempat bolos sekolah.
Dalam sidak itu, ditemukan satu pelajar aktif yang sedang nongkrong pada saat jam pelajaran sekolah.
Panewu Anom Kapanewon Galur Alif Romdhoni menyampaikan, sidak siswa bolos sekolah dilakukan, Senin (19/1/2026) lalu.
Sasarannya di warung-warung yang sebelumnya sudah dipetakan sebagai tempat bolos siswa sekolah.
"Sidak merupakan tindaklanjut atas laporan saat rakor kemarin," ucap Alif, Selasa (20/1/2026).
Alif menjelaskan, saat rakor antar instansi se-Kapanewon Galur muncul keluhan siswa bolos sekolah.
Hal itu disampaikan oleh masyarakat ataupun pihak sekolah yang menemukan sejumlah pelajar yang nekat nongkrong di jam pelajaran.
Beberapa warung dilaporkan kerap menjadi tempat nongkrong pelajar selama jam pelajaran berlangsung.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pemerintah kapanewon bekerjasama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan sidak.
Kerjasama ini, dilakukan mengingat kewilayahan setiap warung yang berada di dua kalurahan.
"Ada enam titik warung, yang berdiri di Kalurahan Kranggan dan Karangsewu," ungkapnya.
Tim gabungan melakukan sidak dengan menyisir enam warung di dua kalurahan.
Hasilnya, ditemukan lima orang anak yang sedang nongkrong di salah satu warung di Kalurahan Karangsewu.
Dari lima anak itu, satu di antaranya merupakan pelajar aktif SMP. Sedangkan empat lainnya, putus sekolah.
Satu anak tersebut lantas diantarkan pulang ke rumah.
Pasalnya, anak tersebut mengaku hanya mengantarkan surat izin ke sekolahnya, karena hendak berpergian dengan keluarga.
Bukannya pulang, anak tersebut justru nongkrong di salah satu warung.
"Kami juga menempelkan papan pemberitahuan serta edukasi ke pemilik warung," ungkapnya.
Alif menjelaskan, siswa bolos sekolah tengah jadi sorotan.
Pasalnya, siswa bolos sekolah berpotensi melakukan hal negatif.
Lantaran, tak dipantau oleh sekolah ataupun orangtua. Dalam hal ini, peran pemilik warung cukup krusial.
Pemilik warung diberikan edukasi agar tak melayani pembelian makanan atau minuman ke pelajar selama jam pelajaran.
Di samping itu, pihak warung diharapkan tak hanya berfokus pada business oriented yang justru meruhikan warung mereka sendiri.
Pihaknya juga berharap agar Satpol PP Kulon Progo kembali menggencarkan sidak di jam pelajaran.
Pasalnya, beberapa titik nongkrong pelajar di Kapanewon Galur justru diisi pelajar dari luar. Sehingga, edukasi perlu digiatkan oleh instansi terkait. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva