Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tahun 2026, DLH Kulon Progo Targetkan Penurunan Produksi Sampah di TPA Banyuroto

Anom Bagaskoro • Senin, 12 Januari 2026 | 17:17 WIB
PEMILAHAN: Petugas TPA Banyuroto membedakan jenis sampah anorganik dan organik. 
PEMILAHAN: Petugas TPA Banyuroto membedakan jenis sampah anorganik dan organik. 

KULON PROGO - Produksi sampah yang masuk ke TPA Banyuroto ditargetkan 2026 ini turun.

Sejumlah program disiapkan untuk pencapaian target tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo Duana Heru Supriyanta menjelaskan, target penurunan sampah di tahun 2026 sejumlah 31 ton per hari.

Target ini cukup realistis, jika dilihat dari angka penurunan sampah tahun 2025.

"Tahun 2025 ada penurunan produksi sampah sebesar 1,2 ton per hari apabila dibandingkan 2024," ucap Duana, Senin (12/1/2026).

Duana menyampaikan, produksi sampah masuk TPA mengalami penurunan signifikan.

Pasalnya, tahun 2024 produksi sampah mencapai 33 ton per hari. Sedangkan 2025, produksinya menjadi 31,8 ton per hari.

Penurunan ini dipicu pengolahan sampah di Kulon Progo yang mulai membaik. Penanganan sampah dari hulu telah dilakukan.

Di samping itu, tingkat mobilitas masyarakat tahun 2025 lalu cenderung mengalami penurunan.

Tahun 2026 ini, pihaknya menargetkan penurunan produksi sampah tak muluk-muluk.

Targetnya, produksi sampah masuk TPA menyentuh 31 ton per hari. Target ini dirasa dapat dicapai, mengingat beberapa kebijakan telah diterapkan akhir tahun 2025 lalu.

"Akhir tahun 2025, sudah ada kebijakan satu kalurahan satu bank sampah," ucapnya.

Kebijakan satu bank sampah satu kalurahan dirasa mampu mengurangi sampah masuk TPA.

Pasalnya, penanganan sampah berupa pemilahan, hingga pemanfaatan telah dilakukan sejak hulu.

Dalam hal ini, TPA hanya menampung sampah yang tak bisa diolah kembali.

Sebelumnya, penerapan satu kalurahan satu bank sampah dikomentari Lurah Giripeni Iswanto Adi Saputro. Kalurahan berupaya menuntaskan masalah sampah sejak di rumah tangga.

"Dari rumah tangga sudah memilah sampah, terus bank sampah kami menampung dan memilah kembali," ujarnya.

Kalurahan Giripeni memiliki bank sampah dengan operasional yang memadai.

Setiap harinya, sampah rumah tangga dipilah hingga diolah.

Pengolahan berfokus pada sampah organik yang biasanya digunakan untuk pakan magot. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#DLH Kulon Progo #TPA Banyuroto #produksi sampah #Kalurahan Giripeni