KULON PROGO - Jembatan di Padukuhan Bantarjo, Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo roboh.
Sehingga momotong akses Jalan Ploso dengan Jalan Donomerto.
Kendaraan yang hendak menyeberang di kedua jalan tersebut terpaksa harus memutar sejauh 5 Kilometer (km).
Dukuh Bantarjo Udjik Sudaryati mengatakan, jembatan tersebut menjadi akses utama yang melewati anak Sungai Kali Papah.
Jembatan merupakan aset Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.
"(Jembatan, Red) Runtuhnya Minggu (12/1/2026) siang, otomatis jalan terputus," ucap Udjik, Senin (12/1/2026).
Beruntung tidak ada korban atas kejadian tersebut.
Kini, jembatan hanya menyisakan abutmen atau pondasi.
Diduga jembatan roboh karena termakan usia.
Sebab, sejak jembatan dibangun tahun 1980-an.
Bangunan tua itu diduga tidak mampu menahan luapan air anak Sungai Kali Papah.
Perlahan bagian pondasi terkikis dan seketika roboh.
"Jalan Ploso-Donomerto akses vitalnya masyarakat, utamanya bagi petani," ucapnya.
Rusaknya jembatan membuat akses Jalan Ploso-Donomerto terputus.
Setelah terputus, warga kesulitan mencari akses alternatif.
Hanya ada satu jalan alternatif dengan memutar sejauh lima kilometer.
Kebanyakan masyarakat yang mengeluh berasal dari Kalurahan Donomulyo dengan latar belakang petani.
Pasalnya, tanah garapan mereka harus diakses melalui jalan tersebut.
Oleh karena itu, untuk sementara waktu, warga memanfaatkan potongan kayu sebagai jembatan alternatif, yang hanya bisa diakses pejalan kaki.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan pun meninjau lokasi tersebut.
Disebutkan bahwa jalan tersebut merupakan akses pertanian dan masyarakat sekitar.
"Ini akses antara Kapanewon Sentolo dan Nanggulan, sekaligus sarana ketahanan pangan," ucap Agung.
Agung menganggap Jalan Ploso-Donomerto sebagai akses vital masyarakat, yang perlu dibenahi.
Untuk saat ini, pemkab akan melakukan pengerukan bangkai jembatan, agar aliran sungai kembali lancar seperti semula.
Untuk sementara waktu, pihaknya juga melakukan pembangunan jembatan semi permanen.
Tujuannya, agar jalan kembali dapat digunakan. Utamanya, saat menjelang musim panen tiba. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva