KULON PROGO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo melakukan pembersihan di Jembatan Kabanaran, Senin (22/12/2025).
Pada pembersihan, ditemukan sampah dibuang sembarangan di area pendistrian serta taman, hingga terkumpul mencapai satu truk.
Kepala UPTD Persampahan dan Pertamanan DLH Kulon Progo Budi Purwanta menyampaikan, pihaknya telah ditugaskan untuk membersihkan 80% area Jembatan Kabanaran di tahun 2026.
Akan tetapi, banyaknya sampah yang menumpuk di jembatan membuat pihaknya segera melakukan tindak lanjut.
"Awalnya ditugaskan 2026 karena tahun ini belum dianggarkan, tapi karena ada tumpukan sampah kami langsung menerjunkan personel," ucap Budi, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Senin (23/12/2025).
Budi menjelaskan, pembersihan menerjunkan 12 personel dari DLH.
Mereka menyisir area jembatan dari sisi barat hingga timur.
Pembersihan berfokus pada area jalan utama, median jalan, pedistrian, area taman, serta plaza jembatan.
Temuan sampah terbanyak berada di area plaza Jembatan Kabanaran.
Lantaran, di sana terdapat pedagang yang berjualan di atas jembatan.
Hal inilah, yang menyebabkan banyak pengunjung jembatan membeli jualan mereka serta membuang sampah di sekitar plaza.
Selain itu, area pedistrian jalan juga dipenuhi sampah plastik yang telah lengket dengan lantai batu alam.
Sebagian sampah plastik juga beterbangan hingga ke jalan utama, akibat terpaan angin dari muara sungai.
Beberapa sampah juga didapati dibuang di area taman.
"Kalau melihat kondisinya memang ada yang sudah membuang sampah di tempat yang telah disediakan," ungkapnya.
Pengamatan pihaknya, banyak sampah yang justru dibuang disembarang tempat.
Padahal mayoritas tempat sampah telah disediakan, dan dalam kondisi lenggang.
Sampah yang dibuang sembarangan membuat, personel pembersihan kewalahan.
Lantaran, sampah telah basah dan sebagian menimbulkan bau tak sedap.
Dalam pembersihan itu, sampah terkumpul mencapai satu truk.
Mayoritasnya merupakan sampah plastik dan organik makanan.
Pihaknya hanya menghimbau agar pengunjung jembatan membuang sampah di tempatnya.
Jika tak menemukan tempat sampah, sampah dari pengunjung dapat dibawa pulang dan dibuang ke tempat yang ada.
Pantauan Radar Jogja di lokasi pembersihan, masih terdapat pedagang yang berjualan di area terlarang.
Sekaligus, beberapa pengendara yang memaksa untuk berhenti di tengah jembatan.
Alhasil, keramaian itu menimbulkan titik sampah baru.
Ditemukan, sampah plastik di area taman serta median jalan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva