Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Puncak Musim Hujan saat Libur Nataru, Penerbangan YIA Kulon Progo Berpotensi Terganggu: Jangan Khawatir Ini Yang Dilakukan Manajemen..

Anom Bagaskoro • Kamis, 18 Desember 2025 | 03:36 WIB
KEBERANGKATAN: Penumpang Pesawat masuk ke terminal keberangkatan YIA.
KEBERANGKATAN: Penumpang Pesawat masuk ke terminal keberangkatan YIA.

KULON PROGO - Puncak musim hujan yang diprediksi terjadi bersamaan dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berpotensi mengganggu operasional penerbangan di Yogyakarta International Airport (YIA).

Hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan mengganggu manuver hingga menyulitkan proses lepas landas pesawat terbang.

"Puncak musim hujan diperkirakan terjadi saat libur nataru, dipengaruhi aktivitas monsun Asia," ucap Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono Rabu (17/12/2025).

 Baca Juga: Penanganan Sampah di Kabupaten Kebumen Bakal Diatur lewat Perda, Dua TPA Bakal Penuh Tiga Tahun ke Depan

Warjono menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor. Paling utama oleh La Nina lemah dan aktivitas Madden Julian Oscilation (MJO) di Samudera Hindia bagian timur dan perairan Indonesia.

Kondisi ini semakin memperkuat potensi puncak musim hujan terjadi selama libur Nataru.

Puncak musim hujan berpotensi terjadi dengan curah hujan lebat disertai angin. Dampaknya, aktivitas masyarakat berpotensi terganggu.

Utamanya, aktivitas transportasi udara yang mengandalkan cuaca.

"Untuk aktivitas penerbangan perlu diwaspadai potensi hujan lebat serta angin kencang," ungkapnya.

Penerbangan di YIA berpotensi akan terganggu, apabila terjadi hujan lebat disertai angin kencang.

Hujan lebat membuat jarak pandang landasan terbatas, mengganggu manuver pesawat terbang.

Sedangkan, angin kencang menyebabkan windsheer (geser angin) yang menyulitkan proses lepas landas pesawat terbang.

Akan tetapi, calon penumpang diminta tak khawatir dengan kondisi itu. Pihaknya telah berkordinasi dengan manajemen YIA.

Di samping itu, persiapan alat pemantau cuaca juga telah dilakukan. Tujuannya, memastikan pemantuan cuaca berjalan real time.

Apabila, potensi hujan lebat mengganggu penerbangan akan rutin disampaikan ke otoritas penerbangan.

Sementara itu, General Manager YIA Ruly Artha menjelaskan, puncak pergerakan penumpang libur Nataru terjadi 21 Desember mendatang. Diprediksi 16 ribu penumpang akan memadati YIA.

 Baca Juga: Sarkem Zona Merah Parkir Liar, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo Kesal Bertahun-tahun Tak Rampung

"Kami rutin berkoordinasi dengan pihak lain, terutama BMKG," ungkapnya.

Ruly menyampaikan, prediksi cuaca sangat berpengaruh pada pergerakan penumpang dan pesawat.

Koordinasi diperlukan untuk memastikan setiap penerbangan berjalan dengan aman dan nyaman. (gas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#puncak musim hujan #Penerbangan YIA Kulon Progo #Libur NATARU #terganggu