Kegiatan tersebut merupakan langkah persiapan pelaksanaan embarkasi dan debarkasi di Bumi Binangun.
Ketua Tim 2 Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIJ Basori Alwi membenarkan perihal simulasi.
Kegiatan simulasi bertujuan mempersiapkan penyelenggaraan haji tahun 2026 mendatang.
Lantaran, embarkasi dan debarkasi haji di Yogyakarta International Airport dan Kulon Progo baru pertama kali dilakukan.
"Ini merupakan embarkasi baru, tentu ada persiapan khusus utamanya melakukan simulasi," ucap Basori, saat ditemui Radar Jogja di Novotel, Sabtu (13/12).
Simulasi secara khusus menggambarkan kondisi kedatangan jamaah haji ke lokasi penginapan.
Dilanjutkan dengan penanganan haji saat menginap di hotel, serta pemberangkatan haji dari bandara YIA.
Rangkaian inilah yang akan menjadi patokan pelaksanaan embatkasi dan debarkasi haji fi Kulon Progo.
Pelaksanaan simulasi dinilai penting. Pasalnya, embatkasi haji di Bumi Binangun memanfaatkan hotel bubble.
Perlu penyesuaian sejumlah indikator, terutama waktu transit hingga manajemen pengelolaan jamaah haji. Tujuannya, saat pelaksanaan tak terjadi keterlambatan ataupun keluhan dari jamaah haji.
"Ini masih proses evaluasi, dan dimungkinkan ada simulasi kedua," ungkapnya.
Basori menyampaikan, simulasi pertama hanye berlangsung selama sehari. Dari situ nampak, kesiapan embarkasi haji di Kulon Progo mencapai 80%. Evaluasi yang didapat masih menjadi pembahasan pihaknya.
Hasil evaluasi, nantinya akan menjadi perbaikan dan disempurnakan di simulasi kedua. Perlu diketahui, embarkasi dan debarkasi haji di Kulon Progo mengakomodir 6.900 jamaah, yang terbagi dalam 26 kloter. Setiap harinya, satu kloter akan diterbangkan.
Sementara itu, peserta simulasi Zuhdhi Malik menjelaskan, dirinya merupakan calhaj tahun 2026. Simulasi memberikan gambaran baginya, mulai dari kedatangan di asrama, hingga pemberangkatan dari tanah air.
"Sekarang jadi lebih paham dan tidak khawatir, soalnya embarkasi ini baru serta memanfaatkan hotel," ungkapnya.
Jika dilihat dari pemanfaatan hotel sebagai asrama, pihaknya cukup percaya dengan pelayanan.
Lantaran, fasilitas hotel dirasa cukup untuk kebutuhan transit jamaah haji. Pihaknya berharapa, pelaksanaan haji 2026 di Kulon Progo berjalan dengan lancar. (gas)
Editor : Bahana.