Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masuk Daftar Destinasi Rawan Bencana, Dinpar DIY Pastikan Objek Wisata di Jatimulyo Tetap Beroperasi

Anom Bagaskoro • Senin, 8 Desember 2025 | 23:30 WIB
SELFIE: Pengunjung Air Terjun Sebatung mengabadikan momen wisata. 
SELFIE: Pengunjung Air Terjun Sebatung mengabadikan momen wisata. 

KULON PROGO - Daftar destinasi rawan bencana yang dirilis Dinas Pariwisata DIY dipastikan tak berpengaruh pada objek wisata di Kalurahan Jatimulyo.

Pengelola Desa Wisata Jatimulyo, memastikan beragam objek wisata tetap beroperasi normal.

Ketua Pengelola Deswita Jatimulyo Suhandri menjelaskan, pihaknya telah menerima informasi daftar destinasi rawan bencana.

Hal itu dianggap wajar, mengingat wilayah Jatimulyo berada di Perbukitan Menoreh yang terkenal rawan longsor.

"Memang ada kekhawatiran dari wisatawan, tetapi kami menegaskan tidak semua objek wisata rawan," ucapnya Suhandri, Senin (8/12/2025).

Suhandri menjelaskan, beberapa objek wisata tetap beroperasi normal.

Akan tetapi, pihaknya menetapkan standar operasional tinggi untuk menjamin keselamatan pengunjung.

Terutama mitigasi bencana, dengan rutin berkordinasi ke Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dan pihak kalurahan.

Sebenarnya, langkah mitigasi itu telah dilakukan sejak Deswita Jatimulyo ramai dikunjungi wisatawan.

Setiap harinya, pengelola desa wisata rutin memberikan informasi publik. Informasi berfokus pada cuaca, dan kondisi medan.

Tujuannya, agar menghimbau wisatawan berhati-hati dengan kondisi geografis yang ada.

"Ada informasi cuaca yang rutin kami update ke media sosial, bisa menjadi patokan wisatawan menentukan pilihan," ungkapnya.

Mengetahui potensi bencana, pengelola desa wisata rutin mengabari wisatawan yang melakukan reservasi.

Jika cuaca tak mendukung, wisatawan diminta tak melakukan kunjungan.

Hal serupa juga dilakukan bagi wisatwan yang langsung datang ke lokasi.

Tak jarang, untuk mencegah pengunjung nekat datang ke objek wisata, pengelola menutup jalan utama masuk.

Menurutnya, kondisi cuaca tak membuat objek wisata di Jatimulyo berbahaya bagi wisatawan.

Tercatat hanya ada satu peristiwa longsor, yang tak menimbulkan korban.

Lantaran, pengunjung telah dilarang memasuki objek wisata atas dasar pemantauan cuaca.

Sementara itu, Pengelola Ekowisata Sungai Mudal Juwarto memastikan objek wisata tetap beroperasi.

Peringatan daftar destinasi rawan bencana dari Dinpar DIY tak berpengaruh ke minat wisatwan untuk berkunjung.

"Kami menyiapkan tim tersendiri untuk memantau hujan, kondisi debit air, dan potensi longsor," ungkapnya.

Sudah terbiasa dengan kerawanan bencana, pengelola wisata menyiapkan beragam skema.

Paling utama melarang pengunjung untuk memasuki objek wista saat hujan lebat.

Selain itu, disiapkan pemantau debiat air di hulu. Tujuannya antisipasi luapan air.

Selain itu, dipasang penjaga pada titik rawan longsor untuk memantau pergerakan tanah.

Ekowisata Sungai Mudal juga dilengkapi Early Warning System (EWS) yang memberikan peringatan potensi longsor bagi pengunjung. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Objek Wisata #Desa Wisata Jatimulyo #Dinpar DIY #destinasi #jatimulyo #EWS #Beroperasi #rawan bencana