Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Konsep Lokalitas Mampu Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, KOPIRORO: UMKM Kopi Mobile Yang Bernilai Ekonomi di Kulon Progo

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 28 November 2025 | 14:30 WIB
CUKUP BERKEMBANG: Salah satu penjual KOPIRORO  memakai motor yang telah dimodifikasi. Kopi asli Kulon Progo ternyata diterima pasar. Khususnya anak-anak muda.
CUKUP BERKEMBANG: Salah satu penjual KOPIRORO  memakai motor yang telah dimodifikasi. Kopi asli Kulon Progo ternyata diterima pasar. Khususnya anak-anak muda.

 

 

KULON PROGO - Usaha kopi lokal berpotensi dikembangkan. Salah satunya seperti KOPIRORO di Kabupaten Kulon Progo.

Belum genap setahun mendapatkan dukungan dana keistimewaan (danais), KOPIRORO mampu berkembang dengan baik.

“Dukungan untuk KOPIRORO itu merupakan pelaksanaan dari fungsi danais sebagaimana diamanatkan UU No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pemberdayaan ekonomi lokal,” ujar Paniradya Pati Kaistimewan DIY Kurniawan saat berbicara dalam podcast Rembag Kaistimewan bertajuk “KOPIRORO: UMKM Kopi Mobile Yang Bernilai Ekonomi di Kulon Progo” yang berlangsung Kamis (27/11/2025).

Pengembangan KOPIRORO disesuaikan dengan karakteristik DIY. Usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai penopang perekonomian.

Menurut Wawan, sapaan akrabnya, UMKM menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar. Sebab, DIY bukan tipe daerah yang mengandalkan industri.

Kembali ke KOPIRORO di Kulon Progo dinilai punya potensi alam dan sumber daya yang unik. Memiliki kekhasan. Biji kopi menjadi komoditas unggulan perbukitan Menoreh.

"Potensi besar itu bisa dikembangkan. Terbukti KOPIRORO dapat dinikmati dan sekarang telah berjalan," papar mantan kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY ini.

MengembangkanKOPIRORO bertujuan menjawab tantangan perekonomian dan krisis budaya. Dengan konsep lokalitas mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Sekaligus mengangkat nilai lokalitas.

"Budaya untuk memberdayakan masyarakat," tandasnya.

Paniradya Kaistimewan, lanjut Wawan, membuka peluang bagi masyarakat yang ingin ikut andil mengembangkan dan mengangkat potensi-potensi lokal.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulon Progo Iffah Mufidati mengatakan, KOPIRORO mengambil peluang usaha dengan segmen lebih modern.

Menyasar anak-anak muda. "Konsep yang kami angkat bisa hadir di tengah masyarakat dengan cara yang lebih hangat," ujarnya.

KOPIRORO juga memberdayakan petani kopi Menoreh. Produksinya melibatkan hulu hingga hilir.

Mulai dari petani kopi, pengolah kopi, dan tenaga pemasaran. Semua dilakukan warga setempat.KOPIRORO beroperasi sejak pertengahan 2025 ini.

"Kurang lebih baru enam bulan sudah bisa menjual 1000 cup kopi," kata Iffah bangga.

Keberadaan KOPIRORO diharapkan dapat ikut membantu mengentaskan kemiskinan. Ini cukup beralasan karena persentase kemiskinan di Kulon Progo masih relatif tinggi. Sebanyak 15,62 persen.

"Ini program konkret untuk mengangkat mereka yang menjadi pekerja di KOPIRORO dan memberikan penghasilan secara cepat," ulas Iffah.

Dikatakan, pemasaran KOPIRORO dengan metode mobile. Jemput pelanggan. Sekarang tengah menjadi tren bisnis kopi.

Penjual kopi memakai motor yang dimodifikasi menjadi kedai kopi berjalan.

Barista TrainerKOPIROROEndra Dwianto menambahkan, para pengelola KOPIRORO telah mendapatkan pelatihan cara menghasilkan produk kopi sesuai minat penikmat kopi di Kulon Progo. Saat ini KOPIRORO mampu bersaing dengan produk kopi lainnya.

"Rasa kopinya benar-benar konsisten," ujarnya.

Meski belum memakai alat pembuat kopi yang canggih, rasa yang dihasilkan mampu menciptakan rasa nikmat.

Diambil dari kebun kopi petani milenial Kulon Progo. Merekamenggarap lahan seluas 40 hektare. Tergabung dalam Kelompok Tani Astabrata. Berjumlah sekitar 225 orang. (oso/kus)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#KOPIRORO #Kulon Progo #dana keistimewaan #perekonomian masyarakat #Kopi Mobile #UMKM