KULON PROGO - Manajemen Yogyakarta International Airport (YIA) mulai bersiap dalam menyambut informasi akan dijadikan embarkasi haji 2026. General Manager YIA Ruly Artha menjelaskan, bandara telah siap digunakan sebagai pendukung pelaksanaan embarkasi haji 2026.
Meski sejauh ini, perihal embarkasi YIA belum mengantongi surat penetapan pendukung embarkasi."Belum ada instruksi penunjukan YIA, tetapi kami sudah bersiap," ucap Ruly, Selasa (4/11).
Penyiapan YIA sebagai bandara pendukung bertujuan memastikan pelayanan embarkasi haji dapat dijalankan sewaktu-waktu. Terutama, saat munculnya surat resmi dari kementerian terkait. Persiapan YIA menyambut embarkasi bukan hanya perihal sarpras. Dari segi sarpras YIA memiliki beragam fasilitas untuk menampung keperluan haji. Mulai dari landasan pacu hingga fasilitas ruang tunggu.
YIA sendiri dilengkapi landasan pacu dengan ukuran yang mampu memuat pesawat jumbo Boeing 777 dan Airbus A330 yang biasanya digunakan untuk mengangkut jamaah haji. Peninjauan beberapa instansi penyelenggara haji telah mempertajam persiapan YIA.
YIA telah menyiapkan operasional dalam segi pengaturan penumpang dan bagasi jamaah haji. "Beberapa waktu lalu, kami telah menerima peninjauan baik dari kementerian ataupun DPR," ungkapnya.
Dia memastikan keputusan embarkasi haji menunggu arahan pemerintah pusat. Berharap segera terealisasi di 2026, Manajemen YIA berupaya mempersiapkan segala hal untuk optimalisasi layanan haji.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kulon Progo Aris Nugroho membenarkan perihal perkembangan embarkasi haji di Kulon Progo.
Bila dinominalkan perkembangan embarkasi haji di Bumi Binangun mencapai angka 90 persen. "Kami hanya tinggal menunggu keputusan dari Kementerian Haji dan Umrah RI," ungkapnya.
Dengan presentase sebesar itu, pihaknya optimas Kulon Progo bakal ditunjuk sebagai embarkasi haji 2026. Menurutnya, embarkasi haji di Bumi Binangun cukup berbeda dan unik dibanding dengan daerah lain.
Lantaran, embarkasi tak membutuhkan asrama haji. Hal ini dilakukan jntuk menurunkan angka pengeluaran penyelenggaraan haji. Pasalnya, embarkasi haji di Kulon Progo memanfaatkan hotel di sekitar wilayah YIA. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo