KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo mengusulkan reaktivasi dua stasiun yakni Stasiun Kedundang dan Kalimenur.
Pengusulan ini, seiring juga dengan penambahan pintu masuk untuk Stasiun Wates agar berdampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menjelaskan, pengusulan reaktivasi tersebut berkaitan dengan pemanfaatan jalur kereta api di Bumi Binangun.
Pemkab telah mengirimkan surat resmi tertanggal 8 September 2025 ke pemprov dan Kementerian Perhubungan RI.
"Pengusulan telah dilakukan, dan hari ini pemkab melakukan pemaparan," ucap Triyono, Senin (3/11/2025).
Triyono menjelaskan, pemaparan dilakukan secara daring mempertemukan pemkab dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub RI.
Dalam paparannya, usulan utama berupa, penambahan pintu atau muka Stasiun Wates untuk mengakomodir bagian utara stasiun, lebih tepatnya area Alwa.
Pemkab Kulon Progo berharap penambahan muka dapat menggerakkan ekonomi sekitar.
Pengusulan juga berkaitan dengan penataan Alwa. Pihaknya telah menyusun sejumlah masterplan untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan ruang Alwa.
Tentu, dukungan tambahan muka stasiun dapat memantik kunjungan wisata. Khususnya penumpang kereta api.
"Paling utama Stasiun Wates, tetapi kami mengusulkan dua stasiun untuk revitalisasi dan reaktivasi," ujarnya.
Selain penambahan muka, pemkab juga mengusulkan Stasiun Kedundang dan Kalimenur untuk diaktifkan kembali.
Stasiun Kedundang, telah menerima revitalisasi untuk menyambut jalur kereta Yogyakarta Internation Airport (YIA) pada 2020. Namun, operasional stasiun tak berjalan optimal.
Baca Juga: Ditandu 24 hingga 30 Abdi Dalem, Peti Jenazah PB XIII Akan Melewati 499 Anak Tangga di Makam Imogiri
Stasiun Kedundang beroperasional sebagai sarpras pendukung. Namun, operasionalnya tak memberikan pelayanan langsung ke masyarakat.
Melalui usulan itu, pemkab berharap stasiun dapat digunakan untuk menjemput dan menurunkan penumpang.
Tujuannya, mempermudah mobilisasi masyarakat. Sekaligus, meningkatkan potensi kunjungan wisata.
Selain Kedundang, Stasiun Kalimenur diajukan untuk mendapat revitalisasi dan reaktivasi karena dalam kondisi rusak dan menjadi cagar budaya.
Pengusulan dimaksudkan untuk mendukung Kawasan Peruntukan Industri Sentolo.
"Untuk Stasiun Kalimenur, kami usulkan untuk mengangkut penumpang dan barang," ungkapnya.
Dalam pengusulan itu, pemkab memantapkan langkah keberlanjutan pemanfaatan jalur kereta api.
Pengusulan disambut baik oleh Perwakilan Direktorat Jenderal Kereta Api Kemenhub RI Joice. Usulan dari pemkab, segera ditindaklanjuti dengan kajian.
"Pengusulan cukup komprehensif, yang membutuhkan kajian justru analisis dampak lingkungan (AMDAL)," ungkapnya.
Baca Juga: Pemprov Jateng Jalin Kerja Sama dengan ChildFund Garap Berbagai Program Tentang Anak
Joice menjelaskan, kajian untuk menanggapi usulan pemkab telah dilakukan. Dalam hal ini, pihaknya memastikan kajian dapat memberikan dampak positif ke masyarakat.
Akan tetapi, pengkajian juga harus menekankan dampak negatif dari pelaksanaan program.
Sehingga, pelaksanaan penambahan muka, reaktivasi dan revitalisasi stasiun perlu bertahap. (gas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita