Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Padi Menor Milik Kulon Progo Punya Beberapa Keunggulan Tapi Minim Pemina, Ternyata Ini Penyebabnya

Anom Bagaskoro • Minggu, 2 November 2025 | 21:31 WIB

BENIH: Petani menanamkan benih di hamparan sawah Kalurahan Wijimulyo
BENIH: Petani menanamkan benih di hamparan sawah Kalurahan Wijimulyo
KULON PROGO - Bumi Binangun ternyata memiliki padi dengan varietas unggul dan diakui nasional.

Akan tetapi, varietas yang bernama Padi Menor itu tak diminati petani nasional dan jarang dibudidayakan kelompok tani lokal.

Ketua Tim Kerja Bidang Sarana dan Pengembangan Usaha TPH Dispertapa Kulon Progo Kirmi membenarkan adanya varietas padi lokal bernama Melati Menoreh atau Menor. Varietas ini, telah diakui secara nasional sebagai padi unggulan.

"Padi Menor merupakan varietas lokal, namun menjadi varietas unggul nasional dan bersertifikat," ucap Kirmi, Minggu (2/11).

Kirmi menjelaskan, Menor telah resmi sebagai varietas bersertifikat unggul sejak tahun 2022.

Di tahun itu juga, izin pelepasan varietas lokal diterbitkan. Sehingga, varietas lokal dapat diperjualbelikan secara luas, baik benihnya ataupun gabah.

Padi Menor memiliki perbedaan cukup signifikan dibanding padi lainnya. Lantaran, karakteristiknya yang jarang ditemui di jenis lain.

Keunggulannya, terletak pada tekstur pulen serta wangi. Alhasil, nama Menor sempat menjadi primadona di kalangan petani lokal.

"Jenisnya beras aromatik, jadi tidak ada batasan atas harga pembelian pemerintah (HPP), harganya bisa tinggi," ungkapnya.

Kendati memiliki keunggulan serta harga yang tinggi, peminat padi Menor cenderung sedikit. Bahkan di kalangan petani, padi Menor suli ditemukan akhir-akhir ini.

Hanya beberapa wilayah, seperti Kapanewon Nanggulan dan Wates yang diketahui masih melakukan penanaman padi Menor.

Salah satu penyebab rendahnya peminat, karena padi Menor tak tahan genangan.

Saat MT-1 dengan musim penghujan tinggi padi Menor tak dapat berkembang dengan baik.

Lantaran, tangkai padi mudah ambruk akibat ketahanan genangan yang rendah.

"Jadi hanya cocok untuk wilayah pertanian dengan genangan rendah," ujarnya.

Padi Menor yang jarang dilirik petani mencoba dikenalkan kembali oleh Dispertapa Kulon Progo.

Sejumlah Gapoktan di Wates dan Nanggulan diajak melakukan pelestarian tanaman padi Menor.

Terdapat 65 hektare lahan pertanian khusus padi Menor yang dibudidayakan petani.

Langkah budidaya ini, merupakan wujud mengembangkan padi lokal Kulon Progo.

Lantaran, Pemkab Kulon Progo berupaya membangkitkan kembali padi lokal. Salah satu caranya dengan meningkatkan hasil produksi sekaligus membangkitkan kembali pemulia padi.

Komitmen ini juga diungkapkan oleh Bupati Kulon Progo Agung Setyawan.

Dulu Bumi Bianangun merupakan produsen benih padi nasional melalui pemulia.

Namun, kisah itu tinggal kenangan akibat banyak pemulia tak mengembangkan lagi.

"Rencana kami akan membentuk kembali pemulia benih, agar padi Menor dapat dikembangkan," ungkapnya.

Dibangunnya pemulia padi menjadi awal pengembangan sektor pertanian di Bumi Binangun.

Tak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, pemulia padi dapat mendukung ketahanan pangan nasional. (gas)

Editor : Bahana.
#Kulon Progo #menoreh #varietas padi