Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menengok Program Makan Siang di TK PAUD Aisyiyah Albha Wates yang Telah Berjalan sejak 2006, Ambil Langsung dari Dapur Sekolah

Anom Bagaskoro • Rabu, 15 Oktober 2025 | 01:11 WIB
LAHAP: Siswa TK PAUD Aisyiyah Albha memakan masakan yang dibuat di dapur sekolah.
LAHAP: Siswa TK PAUD Aisyiyah Albha memakan masakan yang dibuat di dapur sekolah.

KULON PROGO - Di tengah marak kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG), terdapat satuan pendidikan yang telah menerapkan program makan siang. TK PAUD Aisyiyah Albha di Kapanewon Wates menjadi contoh lembaga pendidikan yang telah menerapkan makan siang  untuk siswanya.

 

Pemandangan berbeda nampak jelas di kelas-kelas TK PAUD Aisyiyah Albha. Bukannya bertumpuk ompreng atau wadah makan MBG,  kelas justru bertumpuk mangkok. Sekitar pukul 11.30, siswa TK tanpa dikomando langsung duduk bersila di dalam kelas. Tepat saat itu, guru-guru membawakan baskom dan alat makan yang telah berisikan sayur dan lauk pauk.


"Ini nanti anak-anak ngambil sendiri. Bisa tambah kalau merasa kurang. Kalau yang masih kecil nanti diambilkan guru," ucap Ketua Lembaga PAUD Aisyiyah Albha Marti Widyaningsih saat menjelaskan tata cara pengambilan makan siang ke Radar Jogja, Senin (13/10).


Usai mengambil makan siangnya, anak-anak langsung membacakan doa makan. Dengan lahap, anak-anak TK Albha memakan hidangan yang kala itu memiliki menu sayur soto dan perkedal. Kebanyakan dari mereka langsung menghabiskan makanan dengan lahap. Tak lupa usai menyantap makanan, anak-anak lantas mengumpulkan wadah makanan ke tempat yang disediakan.


Usut punya usut, kegiatan makan siang seperti ini telah menjadi rutinitas sekolah. Bahkan sejak awal sekolah dibangun pada 2006 silam. Konsep sekolah yang mengusung boarding school membuat pihak lembaga memastikan makanan untuk siswa-siswanya. "Program makan siang sudah ada sejak sekolah berdiri," ujarnya.


Marti menjelaskan, untuk membuat makan siang pihaknya menugaskan satu juru masak. Setiap harinya juru masak memastikan keseluruhan siswa TK dan PAUD berjumlah 52 siswa mendapatkan makanan yang layak konsumsi. Biasanya juru masak memulai membuat masakan sejak pukul 08.00 hingga pukul 11.00.


Memasak dengan waktu yang berdekatan dengan jam makan siang memastikan kesegaran makanan. Tak jarang sayur yang berkuah masih hangat dimakan anak-anak. Membuat siswa TK PAUD lahap memakan hidangan yang ada. "Kami selalu memastikan, anak-anak makan yang berkuah dan ada sayur," ujarnya.


Beragam masakan seperti sayur sop, hingga soto tak jarang menjadi makanan anak-anak. Selama itu pula anak-anak antusias lahap memakan. Bahkan pihak sekolah mengklaim, beberapa anak yang tidak doyan makan sayur justru kini lahap memakan sayur.


Kendati telah lancar menjalankan makan siang di sekolahannya, pihaknya sempat akan menerima progam makan bergizi gratis (MBG). Program besutan Prabowo Subianto itu sempat diberitahukan ke wali murid, akan tetapi menimbulkan pro kontra.


"Kami sudah memberitahukan pelaksanaan MBG, tetapi dari orang tua wali ada yang inisiatif membuat polling dan menolak MBG," ujarnya.


Gagalnya MBG masuk ke TK PAUD Albha disebabkan penolakan wali murid. Polling inisiatif yang dilakukan wali murid menunjukkan 70 persen wali murid menolak MBG. Kebanyakan wali murid enggan menerima karena ketakutan anaknya keracunan MBG. Mengingat banyaknya kasus keracunan MBG akhir-akhir ini.


Polling yang dilakukan Agustus lalu itu, lantas memantapkan pihak sekolah tak menerima MBG. Sekolah tetap dengan program makan siang yang diklaim lebih hangat dan layak dikonsumsi. 
Sementara itu, orang tua siswa Yuniawan mengaku lebih yakin dengan program makan siang milik sekolah. Lantaran ada ketakutan darinya saat anak-ank mengonsumsi MBG yang kurang terjamin dari segi mutu.


"Kalau saya merasa lebih terjamin ya. Anak-anak lahap makan, yang awalnya tidak suka sayur sekarang jadi suka," ujarnya. (laz)

Editor : Herpri Kartun
#TK PAUD #Polling #Aisyiyah #keracunan #Boarding School #Makan Bergizi Gratis (MBG)