Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jembatan Pandansimo Dibuka, Dinpar Kulon Progo Tangkap Peluang Pariwisata

Anom Bagaskoro • Senin, 13 Oktober 2025 | 23:22 WIB



KULON PROGO - Dibukanya Jembatan Pandansimo menjadi pintu gerbang Pariwisata Kulon Progo.

Jembatan yang megah dengan pemandangan laut selatan dan membelah Sungai Progo itu menarik perhatian dan membuat penasaran pengunjung wisata.

Hal ini bisa meningkatkan potensi wisata di Bumi Binangun.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman mengatakan, pembukaan Jembatan Pandansimo ini menjadi momentum yang ditunggu-tunggu.

Sebab dapat menjadi peluang beser menumbuhkan sektor pariwisata.

Salah satu caranya dengan mengembangkan sektor pariwisata di dekat fasum jembatan yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Kulon Progo segera.

"Kami sedang fokus dalam pembentukan desa wisata Kalurahan Banaran," ucap Sutarman, Senin (13/10/2025).

Pembentukan Desa Wisata Kalurahan Banaran dianggap sebagai langkah konkrit mengingat lokasinya di jalur wisatawan.

Dengan dibentuknya desa wisata, wisatawan dapat berkunjung di objek wisata di Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur.

Kalurahan ini, merupakan desa terdekat yang dilalui JJLS dan Jembatan Pandansimo.

Munculnya arus dari wisatawan perlu dioptimalkan dengan penyediaan objek wisata yang dikelola desa wisata.

Tentunya, pengelolaan desa wisata diarahkan ke potensi yang dimiliki.

Salah satu paling mencolok adalah, muara sungai progo yang dapat digunakan sebagai pariwisata.

Selain optimalisasi desa wisata, pihaknya juga melakukan pengembangan di Pantai Trisik.

Pengembangan berfokus pada peningkatan fasilitas, dan promosi pantai.

Mengingat letak Pantai Trisik tak bisa dilihat dari Jembatan Pandansimo.

Berbeda dengan pantai-panti di Kabupaten Bantul, yang terlihat saat pengendara melalui jembatan.

"Opsinya membangun landmark penanda objek wisata," ujarnya.

Sutarman menjelaskan, bangunan penanda diperlukan untuk promosi objek wisata.

Lantaran, letak Pantai Trisik cenderung tersembunyi, membutuhkan penanda yang gampang diingat pengunjung.

Sementara itu, Lurah Banaran Haryanta menyatakan pihaknya tengah menggarap serius desa wisata.

Salah satu objek wisata yang berpotensi dikembangkan adalah susur Sungai Progo.

"Kami telah melakukan beberapa kali uji coba menyusuri sungai hingga muara," ujarnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kulon Progo #Dinpar Kulon Progo #pengunjung #Pariwisata #Wisata #Desa Wisata Kalurahan Banaran #peluang #jembatan pandansimo