Mendapat stimulus bantuan, perahu wisata mencoba mempersolek diri dengan menghias perahu dalam ajang lomba perahu wisata hias.
Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo Sutarman menyampaikan, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Dana Keistimewaan.
Puluhan perahu wisata yang biasanya beroperasi mengangkut wisatawan di Laguna Pantai Glagah ikut serta dalam lomba.
"Ada 45 peserta, merupakan pengelola perahu wisata laguna," ucap Sutarman, Sabtu (4/10).
Sutarman menjelaskan, puluhan pengelola perahu telah mendapatkan stimulus bantuan.
Bantuan senilai Rp 1,5 juta dapat digunakan untuk menghias ataupun memperbaiki perahu.
Sehingga, saat lomba perahu hias berlangsung mereka dapat mengikuti kegiatan secara langsung.
Dalam lomba perahu wisata hias, beberapa poin penilaian akan dipertimbangkan oleh juri.
Mulai dari keragaman hiasan, hingga tampilan perahu saat dipandang.
Penilaian dilakukan untuk mencari perahu hias terbaik, yang nantinya akan mendapatkan penghargaan sekaligus hadiah.
Antusias dalam pelaksaan lomba, terlihat saat beberapa perahu hias memunculkan beberapa oranamen hiasan.
Mulai dari janur, hingga motif budaya yang ditempelkan ke dalam perahu. Tak tanggung-tanggu, beberapa pengemudi perahu juga mengenakan kostum hingga membuat koreografi khusus untuk mengikuti lomba.
"Memang ada yang sangat kreatif menggunakan busana hingga koreografi, ada juga yang sederhana lebih fokus ke keterampilan mengendarai perahu," ungkapnya.
Sutarman menjelaskan, lomba perahu hias memiliki tujuan mengangkat wisata Pantai Glagah.
Utamanya, wisata perahu di laguna pantai. Perahu yang dihias saat lomba, diharapkan tetap digunakan saat memberikan pelayanan ke wisatawan.
Lantaran, hiasan dianggap dapat menarik dan membuat nyaman wisatawan.
Salah satu peserta Nunik Wijayanti mengaku antusias mengikuti lomba perahu hias. Menurutnya, lomba tersebut memfasilitasi pelaku usaha perahu di Laguna Pantai Glagah.
Lantaran, kegiatan dianggap mempromosikan wisata perahu yang masih jarang diketahui wisatawan.
"Dapat bantuan Rp 1,5 juta untuk menghias," ucapnya.
Memanfaatkan bantuan sebesar Rp 1,5 juta, Nunik memberikan sentuhan motif Ratu Pantai Selatan di perahunya.
Dirinya juga mengenakan baju Nyi Roro Kidul sebagai gambaran atas mitologi Ratu Pantai Selatan. Untuk menghias perahunya, dibutuhkan waktu hingga dua minggu. (gas)
Editor : Bahana.