KULON PROGO - Layanan bus sekolah khusus siswa disabilitas, atau yang dinamakan Transigrak, baru saja diluncurkan di Kulon Progo.
Namun Pemkab Kulon Progo berkomitmen menambahkan armada lagi, agar kebermanfaatan transportasi gratis semakin dirasakan meluas oleh siswa di Bumi Binangun.
Proses pengadaan transporasi sekolah gratis terus diusulkan ke pusat.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyampaikan transportasi sekolah memiliki peran penting dalam memajukan pendidikan di Kulon Progo.
Menjadi arah strategis pembentukan akses pendidikan yang layak.
"Kami tengah mengusulkan sejumlah bus sekolah tambahan untuk mendukung program bus sekolah," ungkap Ambar, Kamis (2/10/2025).
Kondisi geografis Bumi Binangun yang beragam membuat akses pendidikan perlu dipertimbangkan.
Mobilitas pelajar menjadi salah satu komponen utama mendapatkan pendidikan yang layak.
Akan tetapi, untuk meningkatkan mobilitas itu Pemkab Kulon Progo memerlukan penggelontoran dana cukup banyak.
Terutama pengadaan bus sekolah untuk sarpras penunjang mobilitas.
Dengan keterbatasan fiskal daerah, pemkab tak bisa langsung melakukan pengadaan bus sekolah.
Namun, pemkab memiliki skema pengusulan sarpras ke Kementerian Perhubungan.
Pemkab telah mengajukan sejumlah 12 bus sekolah yang diharapkan dapat disalurkan sesegera mungkin.
"Kami sudah mengajukan permintaan 12 bus sekolah ke pusat, mohon doanya agar terealisasi," ujarnya.
Ambar menegaskan, komitmen pengadaan bus sekolah akan terus berlanjut dan meningkat.
Melalui skema hibah dan pengadaan pihaknya akan berupaya merealisasikan.
Lantaran, kebutuhan akan bus sekolah memang tak bisa dielakkan.
Menurut perhitungannya, minimal Kulon Progo memiliki delapan bus sekolah yang beroperasi.
Bus sekolah tak hanya menyasar wilayah perkotaan, namun juga wialyah utara dan selatan Bumi Binangun.
Hal dilakukan, untuk pemerataan akses pendidikan di wialyah perbukitan.
Kepala Seksi Angkutan Dishub Kulon Progo Tedjo Priyono menyampaikan minimnya bus sekolah, pihaknya setiap tahun rutin mengajukan hibah bus sekolah ke Kementerian Perhubungan.
"Namun, baru ada tiga bus sekolah yang beroperasi dari hasil hibah," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva