Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bukan Hanya Kontrasepsi, BKKBN DIY Fokus Pendampingan Siklus Hidup dan Keluraga

Anom Bagaskoro • Selasa, 30 September 2025 | 03:30 WIB

 

FOKUS: Rapat pengendalian program tingkat provinsi yang diikuti perwakilan setiap kabupaten di Kompleks Pemkab Kulon Progo Senin (29/9).
FOKUS: Rapat pengendalian program tingkat provinsi yang diikuti perwakilan setiap kabupaten di Kompleks Pemkab Kulon Progo Senin (29/9).

KULON PROGO - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY kini beralih fokus. Bukan hanya berorientasi pada pelayanan kontrasepsi masyarakat, tetapi fokus beralih menjadi pendampingan siklus hidup dan keluarga. Hal ini disampaikan saat Rapat Pengendalian Program dan Anggaran Tingkat Provinsi di Kompleks Pemkab Kulon Progo Senin (29/9).

Kepala Perwakilan BKKBN DIY Mohamad Iqbal menyampaikan adanya perubahan orientasi ketugasan. Kini BKKBN memiliki fokus ketugasan yang baru berupa pendampingan siklus keluarga secara holistik.

 Baca Juga: Akibat Angin Kencang, 86 Rumah di Desa Krincing Kabupaten Magelang Rusak: Dalam Rumah Sudah Seperti Kapal Pecah

"Memperbaharui fokus ketugasan, pendekatannya pendampingan siklus hidup di keluarga," ucap Iqbal Senin (29/9).

Iqbal menjelaskan, BKKBN kini berfokus menjadi mitra keluarga. Lantaran, fokus ketugasan telah berubah dnegan orientasi penguatan keluarga, mulai dari calon pengantin hingga lansia. Artinya, seluruh siklus hidup yang berpusat dalam keluarga menjadi fokus ketugasan mereka.

 Baca Juga: Resmi Masuk Prioritas, RUU Baru Siap Larang Perdagangan Daging Anjing dan Kucing

Pergeseran fokus BKKBN ini dilatarbelakangi arahan pemerintah pusat. Lantaran, arahan merujuk pada program mewujudkan keluarga berkualitas. Sehingga, program harus bersifat merangkul semua aspek.

Selama ini, beberapa program masih bersifat berdiri sendiri sesuai dengan tujuan asli. Misalnya pengurangan jumlah angka kelahiran bayi dengan kontrasepsi. Kini program pelayanan kontrasepsi bukan lagi menjadi fokus ketugasan. Namun pihaknya menjamin pelayanan masyarakat tetap akan berjalan.

 Baca Juga: Akses Jurnalis CNN Indonesia di Istana Dipulihkan, Kartu Pers Dikembalikan

"Tugas ini tidak bisa dijalankan sendiri, perlu komitmen dari berbagai instansi," ungkapnya.

 

Mewujudkan pergeseran orientasi ketugasan, pihaknya melakukan kordinasi. Mulai dari pemerintah pusat hingga kabupaten/kota. Kolaborasi antarlintas sektor diharapkan mampu menggapai target dari orientasi baru. Yaitu, menciptakan ekosistem kondusif bagi tumbuh kembang keluarga yang berkualitas.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Kulon Progo Muhadi menyampaikan, komitmen pemkab menindaklanjuti perubahan orientasi. Tentu hal ini, menjadi fokus dalam sisi kordinasi implementasi program.

 Baca Juga: Terbukti! Baru Satu Mahasiswa Ditahan Buntut Demo di Polda DIY: Empat Lainnya Belum Terkonfirmasi, LBH Lakukan Pendampingan

"Lebih ke arah diskusi, antarforum saling kordinasi menindaklanjuti program," ucapnya.

 

Selain menyoroti perubahan orientasi, pihaknya juga menyoroti program Bangga Kencana. Lantaran, masih ditemukan beberapa evaluasi yang wajib diperhatikan agar program tercapai 100 persen. Hasil evaluasi dapat diatasi dengan diskusi untuk memperoleh penyelesaian. (gas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pendampingan siklus hidup dan keluarga #Kulon Progo #pelayanan #Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional #BKKBN DIY #fokus #Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana #DIY #kontrasepsi #BKKBN