KULON PROGO - Tahapan pengadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2024 telah usai ditandai dengan pengangkatan puluhan PPPK tahap 2. Kendati telah selesai, pengadaan masih belum optimal akibat beberapa formasi masih kosong.
Pelaksana Harian Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kulon Progo Siti Jamilah menyampaikan, pihaknya telah melaksanakan pengangkatan PPPK 2024 tahap 1 dan 2. Pada tahap 1, 168 orang telah diangkat dengan formasi PPPK teknis dan guru.
"Untuk tahap kedua, terdapat 34 PPPK dengan rincian tiga tenaga teknis, 19 tenaga kesehatan, dan 12 tenaga guru," ucap Jamilah, Jumat (29/8).
Jamilah menjelaskan, pengadaan PPPK 2024 telah menggunakan metpde CAT BKN. Hal ini, menandakan seleksi berjalan dengan kompetitif. Pelaksanaan juga digelar secara objektif, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara moril serta yurisdis.
BKP SDM menegaskan, pada tahap 2 PPPK pelaksanaan seleksi digelar secara optimal dan bebas dari kepentingan politis. Bahkan seleksi tak memungut biaya sepeserpun dari peserta.
Baca Juga: Update Pembangunan Parkir Pasar Godean, Progres Capai 95 Persen, Ditarget Selesai 27 September
Kendati tak dipungut biaya speserpun dan berlangsung objektif, masih terdapat formasi kosong pada PPPK 2024. Lantaran, formasi ini minim pendaftar. Diantaranya formasi, Bidan Ahli Pertama Puskesmas Girimulyo 2, Pranta Laboratorium Puskesmas Kalibawang, dan Fisioterapis RSUD Wates.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko berharap PPPK yang telah diangkat dapat mengabdikan diri dengan baik. Khususnya PPPK dengan penempatan di sektor pelayanan masyarakat.
"Pesan saya berikan pelayanan yang terbaik, dan jadilah penggerak roda pemerintahan," ujarnya.
Ambar menegaskan, PPPK perlu berpegang teguh atas asas kejujuran. Lantaran, ASN dibiayai dari uang pajak masyarakat. Hal ini ditanamkan sebagai beban moral, untuk menghindari perilaku negatif, utamanya korupsi. (gas)
Editor : Sevtia Eka Novarita