Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dulu Dinding Rumah Warga Kapanewon Kokap, Kulon Progo Ini Banyak Berlubang karena Rayap, Sekarang Berbentuk Limasan Gaya Jogja

Anom Bagaskoro • Rabu, 20 Agustus 2025 | 03:44 WIB
JADI LEBIH LAYAK: DPUP-ESDM DIJ meninjau rumah salah satu penerima program RTLH Integrasi di Kalurahan Kalirejo, kemarin (19/8).
JADI LEBIH LAYAK: DPUP-ESDM DIJ meninjau rumah salah satu penerima program RTLH Integrasi di Kalurahan Kalirejo, kemarin (19/8).

KULON PROGO - Senyum Karto Sumadi tak berhenti mengembang. Warga Padukuhan Plampang 3, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, itu semringah setelah rumahnya direnovasi. Rumah yang dulunya reyot itu kini menjadi lebih layak.

”Dulu, sederhana sekali,” ucap Karto di sela Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) meninjau rumahnya, Selasa (19/8).

Ya, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pengambil nira ini menjadi salah satu penerima program RTLH.

Rumahnya yang berbentuk limasan itu diusulkan karena tidak layak. Dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu banyak yang berlubang karena dimakan rayap. Alas rumahnya juga masih berupa tanah.

”Sekarang dindingnya sudah tembok permanen. Alas rumah juga sudah disemen. Sehingga, tidak ada lagi debu yang berterbangan,” ucapnya.  

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman DPUP-ESDM DIY Kwaryantini Ampeyanti Putri menyampaikan, Kalurahan Kalirejo menjadi lokasi program Penanganan RTLH Integrasi.

Bukan hanya menyasar rumah tak layak huni, program ini juga menargetkan pembentukan kawasan yang layak.

"Sarpras pendukung seperti jalan, PJU (penerangan jalan umum), talud maupun srapras lain juga ditingkatkan," ucapnya.

Penanganan terintegrasi, kata Kwaryantini, bertujuan untuk meningkatkan taraf dan kualitas hidup masyarakat. Mengingat, Kalurahan Kalirejo merupakan wilayah dengan kemiskinan cukup tinggi.

Penerima program ini, Kwaryantini mengungkapkan, sebenarnya telah memiliki tempat hunian. Hanya, kondisinya tidak layak.

Hunian mereka belum memenuhi standar kualitas hidup. Mulai luas ruangan, sanitasi, hingga utilitas.

”Ada enam rumah yang dibangun," sebutnya.

Yang menarik, konsep rumah yang menerima program ini didesain dengan limasan gaya Jogja.

Menurutnya, ada dua jenis rumah yang dibangun. Yakni reguler dan limasan gebyok. Ukuran tipe reguler seluas 48 meter persegi.

Tipe limasan gebyok punya ukuran lebih luas. Yaitu, 60 meter persegi.

Konsep bangunan tipe reguler merupakan kombinasi limasan dengan dinding batako. Memiliki dua kamar, satu ruang tamu, dapur, dan kamar mandi.

Sedangkan bentuk tipe limasan gebyok adalah bangunan tradisional. Dindingnya menggunakan kayu.

”Untuk enam rumah menelan anggaran Rp 797 juta," sebutnya. (gas/zam)

 

Editor : Herpri Kartun
#rtlh #kemiskinan #rumah tak layak huni #Program RTLH #DPUP ESDM #Kalurahan Kalirejo