Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiga Pengusaha Tahu asal Lendah Bangun Jembatan Apung di Atas Kali Progo Sepanjang 70 Meter Senilai Rp 150 Juta

Anom Bagaskoro • Rabu, 20 Agustus 2025 | 05:25 WIB

 

 

Masyarakat melewati jembatan apung saat air Sungai Progo Meluap
Masyarakat melewati jembatan apung saat air Sungai Progo Meluap

 

 

 

 

KULON PROGO - Dua bulan lalu pemandangan Sungai Progo yang melewati Padukuhan Temben, Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah tak seperti sekarang. Kini terdapat jembatan apung sepanjang 70 meter dan lebar 2,5 meter menghubungkan antara wilayah Kulon Progo dengan Bantul. Sosok pembuatnya adalah tiga pengusaha tahu.

 

Baru tiga hari beroperasi, Jembatan Apung Temben telah menjadi perbincangan masyarakat luas. Lantaran, jembatan ini dibangun di atas Sungai Progo yang terkenal akan arusnya yang deras.

Bukan menggunakan pondasi beton ataupun pilar panjang. Konstruksi jembatan ini justru terbuat dari bahan sederhana.

Menggunakan tong plastik bekas sebagai pondasi yang dirangkai untuk saling berkaitan dan papan kayu sebagai pijakan. Jembatan justru mampu beroperasional selayaknya infrastruktur lain.

Namun, di balik keunikan jembatan ini ada kisah tiga pengusaha tahu asal Kalurahan Ngentakrejo. Mereka adalah, Sudiman, Sukidi, dan Sukidi, yang kebetulan namanya sama. Ketiga pengusaha tahu ini, merupakan inisiator sekaligus pembuat jembatan apung.

"Panjang 70 meter, butuh ratusan tong plastik yang dirangkai menggunakan besi," ucap salah satu inisiator Sukidi,41, saat ditemui Radar Jogja di kediamannya, Selasa (19/8).

Baca Juga: Prediksi Rangers vs Club Brugge Champions League Rabu 20 Agustus Kick Off 02.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Sukidi menjelaskan, pembuatan jembatan apung berawal dari keluh kesah pengusaha tahu di wilayah Lendah. Setiap paginya, untuk mengantarkan tahu mereka perlu melewati jalan memutar sejauh empat kilometer.

Hal ini diakibatkan tak adanya jembatan penghubung dari sentra produksi tahu di Lendah. Satu-satunya jalan yang bisa dilewati truk yaitu Jembatan Bantar dan Srandakan.

Dari situ, ide nekat membuat jembatan muncul. Sukidi lantas berdiskusi dengan Sukidi dan Sudiman untuk mendapatkan solusi. Lantaran, jika terus menggunakan jembatan yang terlampau jauh, pengiriman tahu bisa terhambat.

Ketiganya lantas sepakat membuat jembatan apung dengan dana swadaya. "Pak Sudiman sebagai arsiteknya lah, sedangkan Pak Sukidi sebagai orang yang berpengalaman membuat jembatan," ucapnya.

Kesepakatan mereka lantas direalisasikan. Awalnya, ketiga pengusaha tahu itu cukup ragu-ragu dengan hasil dari jembaran. Lantaran, ketiganya hanya memahami sedikit konstruksi jembatan. Tak pernah melakukan konstruksi jembatan besar.

Menggunakan dana swadaya dari tiga orang, terkumpul uang senilai Rp 150 juta. Dari situ, mereka mulai membeli bahan-bahan pembuatan jembatan apung. Bahan dasarnya berupa tong plastik atau besi, besi siku, selling, papan kayu, dan bahan untuk memperkuat kestabilan jembatan.

Pengerjaan jembatan memakan waktu hingga dua bulan. Tentu pada awalnya, mereka ragu-ragu menggunakan jembatan. Namun, setelah beberapa minggu di ujicoba jembatan karya mereka berhasil dibuat tanpa ada insiden.

"Bisa untuk roda dua dan roda empat, bahkan truk bermuatan tahu dua ton bisa melewati," ungkapnya.

Jembatan yang baru di bangun itu, kemudian mulai dibuka untuk umum sejak tiga hari terakhir. Banyak masyarakat yang mengaku terbantu dengan jembatan apung. Lantaran, mampu memangkas waktu hingga 15-20 menit.

Ketiga pengusaha tahu itu, juga tak mematok pengguna jembatan untuk membayar. "Seikhlasnya, kalau ada Rp 2 ribu ya Rp 2 ribu cukup," ucapnya.

Uang yang diberikan pengguna jalan, rencananya digunakan sebagai biaya perawatan jembatan. Sekaligus, untuk membayar petugas yang melakukan pengecekan debit air sungai. Lantaran, terkadang debit air Sungai Progo bisa meluap sewaktu-waktu. (pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Rp 150 Juta #Kulon Progo #lendah #pengusaha tahu #jembatan #sungai progo