KULON PROGO - Warga Kalurahan Giripeni dan Margosari, Kapanewon Wates meminta jembatan evakuasi yang melintasi Sungai Papah diperbaiki.
Sebab, jembatan sering terendam banjir, jika Sungai Papah meluap.
Padahal, jembatan tersebut satu-satunya akses yang bisa dilewati menuju kedua kalurahan tersebut.
"Seperti halnya banjir beberapa waktu lalu. Dua pemukiman warga terisolir, jembatan akses satu-satunya terendam dan arusnya deras," beber Lurah Giripeni Iswanto Adi Saputro saat ditemui Radar Jogja di kantornya, Kamis (14/8/2025).
Kala itu banjir melanda wilayah yang dilewati aliran Sungai Papah.
Yakni, Padukuhan Gununggempal (Kalurahan Giripeni) dan Padukuhan Kemiri (Kalurahan Margosari).
Saat itu, dua pemukiman warga terendam luapan sungai menyebabkan sebanyak 39 KK terisolir.
Warga tak bisa dievakuasi oleh petugas.
Padahal situasi saat itu cukup genting.
Luapan air mulai merendam rumah warga.
Terlepas dari kejadian banjir, kondisi jembatan membutuhkan perbaikan.
Jembatan yang hanya lebar satu meter sudah usang dan tak representatif.
Bahkan ada kejadian warga yang terjun di sungai, akibat jembatan tak dibekali pagar pembatas.
"Dulu sempat diusulkan, tetapi tidak kunjung terealisasi," ungkapnya.
Adi menyampaikan, upaya pengajuan telah dilakukan.
Warga sempat bergotong royong namun selalu terbatas anggaran.
Kini bupati berjanjio hendak melakukan perbaikan jembatan tersebut.
Pemkab segera melakukan pengadaan jembatan yang representatif.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menegaskan, upaya pemkab dalam perbaikan jembatan.
Pihaknya akan mengawal perbaikan jalan yang dimungkinkan terjadi pada 2026 nanti.
"Sudah berdialog dengan warga, dan kami menerima usulan," ucapnya.
Agung telah melakukan survey lokasi. Keberadaan jembatan dirasa cukup penting. Utamanya saat evakuasi bencana alam sepertu banjir.
Perencanaan pembangunan akan memastikan jembatan lebih diperlebar.
Pasalnya, jembatan lama hanya mampu menopang satu kendaraan roda dua.
Akibatanya, warga merasa kesulitan untuk mencari akses untuk roda empat. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva