KULON PROGO - Demi memberikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat, ASN di lingkup Pemkab Kulon Progo diminta mencontoh profesi satpam bank.
Ungkapan ini disampaikan Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko saat melantik PPPK Tahap 1 di Aula Adikarto, Rabu (30/7/2025).
Ambar menyampaikan, kehadirannya dalam pelantikan PPPK kali ini bukan hanya mewakili bupati.
Melainkan, ikut mengingatkan profesionalitas ASN ke PPPK yang baru saja mendapat surat keterangan pengangkatan.
"Anda bisa mencontoh kinerja satpam bank, ataupun pegawai bank dalam memberikan pelayanan," ucap Ambar, saat mengulang sambutannya ketika diwawancarai Radar Jogja, Rabu (30/7/2025).
Ambar mengungkapkan, satpam bank kini menjadi patokan pelayanan yang optimal.
Lantaran, keberadaannya memberikan pelayanan ke nasabah ataupun masyarakat sangat terlihat.
Saat nasabah datang ke bank, satpam selalu siap sedia memberikan pengarahan.
Bahkan saat ditanya mengenai product knowledge bank, rata-rata menjawab dengan jelas.
Pelayanan satpam bank ini, menurutnya perlu dicontoh dalam birokrasi.
Masih sering ditemui, ASN di bagian pelayanan yang justru membuat masyarakat enggan datang ke pelayanan.
Lantaran, pelayanan tak dilakukan secara ramah dan terkesan tak memberikan informasi ke masyarakat.
"Komitmen pelayanan publik harus ditanamkan, karena gaji mereka berasal dari pajak," ujarnya.
Ambar menyampaikan, PPPK yang dilantik di hari ini akan tersebar di beberapa sektor.
Namun, tetap menjalankan aktivitas pelayanan publik. Sehingga, penekanan terkait pelayanan publik dan birokrasi harus ditanamkan sejak pelantikan.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kulon Progo Sudarmanto menyampaikan, PPPK Tahap 1 telah dilantik hari ini.
Tentunya, mereka telah melalui tahapn seleksi panjang sejak akhir 2024 lalu.
"Hari ini ada 168 PPPK, terdiri dari PPPK Teknis, kesehatan dan guru," ujarnya.
Adapun rinciannya, PPPK Teknis diangkat 135 orang dari total 138 formasi. PPPK Kesehatan diangkat 15 orang dari total 37 formasi. Serta PPPK Guru diangkat 18 orang dari total 30 formasi.
Sudarmanto menjelaskan, PPPK tahap 1 dan 2 masih memiliki kekurangan pelamar di sektor kesehatan.
Pasalnya, formasi membutuhkan komptensi khusus yang jarang ditemui di Kulon Progo. (gas)